Wednesday, January 8, 2014

Jejaring Sosial Intens Tetap Konstan Terbatas Kecil

www.LaporanPenelitian.com - Jaringan sosial tetap kecil walau ada media jaringan sosial. Meskipun jejaring sosial digital menawarkan instan dan koneksi tak terbatas dengan orang lain, orang masih fokus pada upaya komunikasi kelompok teman terbatas kecil.

Teman datang dan pergi, namun jumlah teman dekat Anda tetap konstan. Pelacakan pola komunikasi ponsel dan data survei 24 siswa masa transisi ketika beranjak bekerja atau ke perguruan tinggi, menunjukkan individu menambah beberapa orang dan sekaligus mereka juga melepas bagian lain.

Terlepas dari berapa banyak teman, kebanyakan orang mempertahankan hanya sejumlah kecil hubungan emosional intens. Hubungan dekat sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan, tetapi memakan biaya waktu dan usaha yang mengorbankan waktu pribadi atau hubungan lainnya.

Laporan baru mengusulkan individu dalam jumlah hubungan dekat mungkin mencerminkan kemampuan setiap orang dalam membagi-bagi sumber daya waktu yang terbatas, komunikasi dan investasi emosional yang diperlukan untuk mempertahankan hubungan.

Mengingat pentingnya dan kesulitan menciptakan ikatan yang menopang, Jari Saramäki, teknolog Aalto University School of Science di Finlandia, dan rekan ingin tahu apa yang akan terjadi dalam jaringan sosial siswa saat mereka berpindah dari sekolah menengah ke universitas.

Saramäki mengikuti panggilan ponsel dari perusahaan telekomunikasi terhadap 24 siswa ketika memulai studi di sekolah menengah, ketika lulus sekolah dan ketika menginjak 10 bulan kuliah di perguruan tinggi. Para peneliti mampu membangun sistem peringkat untuk setiap kontak berdasarkan frekuensi dan durasi panggilan.

"Untuk menjaga peringkat, Anda harus relatif. Tapi stabilitas mencolok preferensi individu dalam mengatur dan membatasi interaksi sosial menunjukkan setiap orang memiliki preferensi yang berbeda atau mungkin kapasitas mereka," kata Saramäki.

"Ini sangat bagus untuk melihat apa yang terjadi bagi orang-orang dari kelompok usia yang berbeda dan situasi sosial untuk melihat apakah pola yang sama terus berlanjut," kata Saramäki.

Namun harus berhati-hati menuju kesimpulan dan hasil penelitian masih belum bisa diterima secara universal. Saramäki berharap penelitian masa depan melacak populasi yang lebih besar dan rentang waktu lebih lama untuk memasukkan bentuk-bentuk komunikasi seperti media sosial.
Persistence of social signatures in human communication

Jari Saramäki1 et al.
  1. Department of Biomedical Engineering and Computational Science, Aalto University School of Science, 00076 Aalto, Espoo, Finland
Proceedings of the National Academy of Sciences, January 6, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1308540110
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment