Friday, January 3, 2014

Pihak Ketiga Misterius Menganugerahi Genom Eropa

LaporanPenelitian.com - Genom Eropa kuno keturunan campur aduk, orang-orang misterius dari utara dan Timur Tengah bergabung dengan penduduk Eropa. Sekuen genom penduduk awal Eropa menunjukkan benua menjadi wajan di mana petani bermata cokelat bertemu pemburu-pengumpul bermata biru.

Melacak nenek moyang yang hadir awal di Eropa berbagai kombinasi yaitu pemburu-pengumpul bermata biru yang tiba dari Afrika lebih dari 40.000 tahun lalu, para petani Timur Tengah yang bermigrasi ke barat dan sebuah novel populasi misterius membentang di Eropa Utara dan Siberia.

Iosif Lazaridis, genetikawan Harvard Medical School di Boston, dan tim menganalisa genom pemburu-pengumpul berdating 8.000 tahun dari Luksemburg dan Swedia serta genom seorang wanita berdating 7.500 tahun dari Jerman.

Pada tahun 2012, Federico Sánchez-Quinto, biolog Institut de Biologia Evolutiva di Barcelona, dan tim menganalisa genom pemburu-pengumpul berdating 7.000 tahun dari barat laut Spanyol dan keterkaitan dengan genom Spanyol modern.

Individu-individu dari Luksemburg dan Spanyol meskipun berkulit gelap, mungkin memiliki mata biru dan milik pemburu-pengumpul. Sementara itu wanita Jerman memiliki mata coklat dan kulit lebih terang terkait kelompok Timur Tengah yang diketahui telah mengembangkan pertanian.

Tapi pemburu-pengumpul Luksemburg memiliki salinan gen air liur pencerna tepung sebagai adaptasi diet gandum karakteristik pertanian. Di sisi lain, wanita Jerman tidak memiliki gen pencerna laktosa gula dalam susu yang muncul di Timur Tengah setelah domestikasi ternak dan menyebar ke Eropa.

Laporan baru menelikung prasejarah Eropa. Sebelumnya, laporan arkeologi dan genetik menunjukkan sebagian besar Eropa saat ini keturunan petani Timur Tengah yang kawin dengan pemburu-pengumpul lokal. Dengan demikian harus ada populasi ketiga yang menganugerahi gen Eropa kontemporer.

Sebelumnya tim yang sama menyebut Eurasian utara mungkin tinggal di lintang tinggi antara Eropa dan Siberia sampai beberapa ribu tahun lalu. Jejak populasi ini terdeteksi dalam genom anak Siberia berdating 24.000 tahun. Eurasia utara kawin dengan leluhur penduduk asli Amerika dan Eropa.
Ancient human genomes suggest three ancestral populations for present-day Europeans

Iosif Lazaridis1 et al.
  1. Department of Genetics, Harvard Medical School, Boston, MA, USA 02115
bioRxiv, Posted December 23, 2013

Akses : DOI:10.1101/001552
Federico Sánchez-Quinto (Institut de Biologia Evolutiva, CSIC-UPF, Dr. Aiguader 88, 08003 Barcelona, Spain) et al. Genomic Affinities of Two 7,000-Year-Old Iberian Hunter-Gatherers. Current Biology, Volume 22, Issue 16, 1494-1499, 28 June 2012, DOI:10.1016/j.cub.2012.06.005
Gambar: Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment