Sunday, December 1, 2013

Sayap Sintetik Diplacodes bipunctata Anti Bakteri

Laporan Penelitian - Silikon hitam mekanis membunuh Pseudomonas aeruginosa dan patogen lain. Potensi bioteknologi silikon hitam membunuh bakteri, jenis silikon terukir nanoprotrusion sempit dan panjang pada permukaannya.

Serangga memiliki fitur sayap istimewa yang menginspirasi para ilmuwan mengembangkan materi sintetik multifungsi. Pertengahan tahun ini tim Duke University di Durham melaporkan struktur superhidrofobik sayap Garengpung Psaltoda claripennis.

"Berdasarkan temuan sebelumnya, kami ingin meneliti serangga lain yang mungkin memiliki arsitektur permukaan pembunuh bakteri lebih banyak, khususnya strain mematikan Staphylococcus aureus," kata Elena Ivanova, teknolog Swinburne University of Technology, Australia.

Ivanova dan rekan berangkat menyelidiki sayap Capung Diplacodes bipunctata dengan struktur nano berbentuk batang dan bulat, meniru struktur permukaan sayap capung di permukaan silikon. Tim membandingkan 2 permukaan dan kapasitas membunuh bakteri.

"Struktur ini menghasilkan efek mekanik bakteri yang tidak berhubungan dengan komposisi kimia permukaan," kata Russell Crawford, teknolog Swinburne University of Technology, Australia.

Permukaan silikon hitam dan sayap Capung Diplacodes bipunctata efektif terhadap bakteri meliput sel gram negatif Pseudomonas aeruginosa, sel gram positif Staphylococcus aureus dan sel vegetatif spora Bacillus subtilis.

"Kedua permukaan sangat efektif terhadap berbagai bakteri dan endospora. Perkiraan rata-rata membunuh bakteri hingga 450.000 sel per menit paparan untuk setiap sentimeter persegi permukaan," kata Crawford.

"Ini prospek menarik untuk pengembangan generasi baru nanomaterial antibakteri yang dapat diterapkan pada permukaan implan medis jauh lebih aman," kata Crawford.




Bactericidal activity of black silicon

Elena P. Ivanova1 et al.
  1. Faculty of Life and Social Sciences, Swinburne University of Technology, Hawthorn, Victoria 3122, Australia
Nature Communications, 26 November 2013

Akses : DOI:10.1038/ncomms3838

Gambar: Swinburne University of Technology
Video: E.P. Ivanova et al., DOI:10.1038/ncomms3838
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment