Friday, December 6, 2013

Niassodon mfumukasi Vertebrata Mamalia Permian

Laporan Penelitian - Niassodon mfumukasi spesies baru Mozambik mengungkap kerabat mamalia kuno. Di provinsi terpencil Niassa, Mozambik, terbaring spesies dan genus baru vertebrata keluarga synapsids. Fosil dating 256 juta tahun relatif jauh dari mamalia hidup.

Sinapsida mencakup sejumlah garis keturunan punah yang mendominasi Akhir Permian 260-252 juta tahun lalu serta leluhur mamalia hidup. Niassodon mfumukasi merupakan penghargaan masyarakat matriarkal Yao bagi para wanita Mozambik dan keindahan Danau Niassa.

"Mozambik adalah negara yang belum dijelajahi paleontolog. Pola-pola cekungan sedimen di sekiar Afrika menunjukkan tingkat tinggi spesies unik batas geografis," kata Ricardo Araújo, paleontolog Southern Methodist University di Dallas.


Niassodon mfumukasi menjadi genus dan spesies pertama fosil vertebrata dari Mozambik dan holotype contoh langka relung basal Synapsida yang melindungi tengkorak dan banyak kerangka secara bersama. Micro-computed tomography 3D merekonstruksi digital tulang bahkan membangun virtual otak.

"Spesimen terawat baik, kita bahkan mengamati anatomi lengkap tulang tengkorak tertentu yang belum pernah diamati, meskipun lebih dari 150 tahun penelitian kelompok dicyonodont," kata Araújo.

Informasi baru mengenai anatomi otak synapsids awal penting untuk memahami evolusi banyak fitur otak mamalia. Rekonstruksi anatomi otak dan telinga bagian dalam paling rinci Synapsida awal. Data digital tomografi memungkinkan isolasi semua tulang individu dalam kodefikasi matematis tulang tengkorak.




Bringing Dicynodonts Back to Life: Paleobiology and Anatomy of a New Emydopoid Genus from the Upper Permian of Mozambique

Rui Castanhinha1,2 et al.
  1. Instituto Gulbenkian de Ciência, Oeiras, Portugal
  2. Museu da Lourinhã, Lourinhã, Portugal
PLoS ONE, December 4, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0080974

Gambar 1: Fernando Correia; Gambar 2: Rui Castanhinha et al., DOI:10.1371/journal.pone.0080974
Video: Rui Castanhinha et al., DOI:10.1371/journal.pone.0080974
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment