Friday, December 13, 2013

Uap Air Mancur Ventilasi Lautan di Bulan Europa

Laporan Penelitian - Hubble melihat ventilasi air di Europa. Wool dari lautan tertutup lapisan es meningkatkan kemungkinan kondisi interior ramah kehidupan di bulan Jupiter. Semburan uap air dari retakan bergerigi di dekat kutub selatan bulan es Jupiter, Europa.

Pertama kali air membanggakan menyembur dari dunia lain, bulan es Jupiter tertangkap meludah kehidupan ke ruang angkasa. Segumpal uap air menjulang datang dari Europa. Jika dikonfirmasi, temuan memperkuat dugaan Europa memiliki lautan cair di bawah kerak es.

Europa, bulan terbesar ke-4 Jupiter, menggoda para ilmuwan sejak misi Galileo NASA tahun 1990-an. Probe berseri-seri menangkap permukaan es retak tanpa kawah bahwa bulan adalah geologi aktif. Galileo juga menemukan bukti kuat laut yang terkubur terpanaskan oleh tekanan dan tarikan gravitasi Jupiter.

Namun, kegagalan antena komunikasi Galileo mencegah data rinci dan pengukuran. Sejak itu para ilmuwan berdebat apakah Europa berlaut. Untuk kehidupan di Europa maka air dan panas di bawah lapisan kilometer tebal es harus bercampur dengan materi kimia organik di permukaan.


Sekarang Lorenz Roth, geolog Southwest Research Institute di San Antonio, dan rekan malah menyibak ultraviolet Hubble Space Telescope untuk kalibrasi molekul hidrogen dan oksigen bertabrakan dengan elektron liar. Awan menyembur setinggi 200 kilometer dengan kecepatan 3000 kilogram per detik.

Lautan Europa mungkin menopang kehidupan, target menggiurkan bagi misi ruang masa depan. Hari ini NASA telah mengusulkan misi Europa Clipper senilai US$2 miliar, tapi pemotongan anggaran tahun berarti tidak ada jaminan akan meluncur.

Sementara itu, para astronom akan meneliti data dari probe Juno NASA yang sedang flyby ke Jupiter, tetapi tidak akan mendapat data rinci Europa. Sedangkan Jupiter Icy Moons Explorer (JUICE) milik ESA dijadwalkan melewati Europa 2 kali ketika sebelum tahun 2030.
Lorenz Roth (Southwest Research Institute, San Antonio, TX, USA; Institute of Geophysics and Meteorology, University of Cologne, Germany) et al. Transient Water Vapor at Europa’s South Pole. Science, December 12 2013 DOI:10.1126/science.1247051
Gambar 1: L. Roth/Southwest Research Institute and USGS; Gambar 2: JPL-Caltech/NASA and Space Science Institute
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment