Thursday, December 12, 2013

Sinyal Perang Bunglon Chamaeleo calyptratus

Laporan penelitian - Warna bunglon prediksi hasil akhir duel kadal. Bagi bunglon, cat bukan hanya aksesori, tapi juga bendera perang. Tampilan kecerahan warna kadal Chamaeleo calyptratus dan seberapa cepat berubah indikator siapa pemenang dalam perkelahian.

Bunglon terkenal dengan perubahan warna untuk berkelit dari predator dengan kamuflase lingkungan, tetapi mereka juga menggunakan warna untuk komunikasi sosial. Warna membantu menghindari konflik dengan kecerahan garis-garis kuning vertikal, perut biru-hijau dan hitam.

Bunglon jantan Chamaeleo calyptratus menggunakan kecerahan warna-warna dan dengan cepat berubah sebagai peringatan potensi perang terirotial atau perempuan. Diplomasi kontes warna membantu untuk mencegah perang yang tidak seimbang.

"Anda membayangkan interaksi antara individu lemah dan individu kuat. Ini sinyal sosial. Sebagian besar perubahan ekstrim dalam warna lebih mencolok dibanding untuk kamuflase," kata Russell Ligon, biolog Arizona State University di Tempe.

"Jika bunglon dapat mengetahui sebelum mereka benar-benar harus bertempur satu sama lain, manfaat bagi si lemah terhindar dari celaka dan manfaat si kuat karena tidak harus membuang-buang waktu dan energi sia-sia," kata Ligon.

Ligon menggunakan kamera digital dan model matematika untuk mengukur perubahan warna spesies Chamaeleo calyptratus. Perubahan warna pada dua bagian tubuh tertentu bisa memprediksi perilaku agresif di antara laki-laki agresif.




Russell A. Ligon and Kevin J. McGraw (School of Life Sciences, Arizona State University, Tempe, AZ 85287, USA, e-mail: russell.ligon@gmail.com). Chameleons communicate with complex colour changes during contests: different body regions convey different information. Biology Letters, 11 December 2013, DOI:10.1098/rsbl.2013.0892
Gambar: H. Zell via Wikimedia Commons
Video: Russell A. Ligon
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment