Wednesday, December 11, 2013

Fajar Evolusi Alien 15 Juta Tahun Pasca Big Bang

Laporan Penelitian - Kehidupan mungkin eksis di awal alam semesta, alien mungkin telah ada ketika masa bayi alam semesta. Planet pengorbit bintang-bintang pertama bisa saja dihuni. Satu argumen kehidupan memanggil hipotesis kosmologi multiverse.

Para astronom memburu tanda-tanda kehidupan alien dengan mencari exoplanet zona habitasi bintang host karena dalam ruang deep freeze di mana dunia terlalu jauh dari bintang tidak ramah bagi kehidupan. Tapi ruang tidak selalu begitu. Teori string memberi banyak versi parameter alien

Satu set perhitungan menunjukkan air cair sebagai syarat pra kehidupan terbentuk di planet berbatu hanya 15 juta tahun pasca Big Bang. Alam semesta sangat awal dipenuhi gas super panas atau plasma yang secara bertahap dingin dan terkondensasi membentuk bintang dan galaksi.

Abraham Loeb, astrofisikawan Harvard University di Cambridge, Massachusetts, menyadari alam semesta awal menyimpan energi yang dibutuhkan untuk menjaga air dengan latar belakang gelombang micro kosmik (CMB), reliks cahaya Big Bang, bukan bintang host.

Saat itu suhu radiasi arkeologi ini hanya 2,7 kelvin, tapi menginjak 15 juta tahun seluruh alam semesta nyaman 300 kelvin. Planet berbatu bisa terbentuk di era itu, bintang berumur pendek memperkaya elemen berat yang dibutuhkan untuk membentuk planet.

"Seluruh universe pernah menjadi inkubator bagi kehidupan, " kata Loeb.

Di era kehidupan sekitar 2 juta atau 3 juta tahun di mana semua planet berbatu mampu mempertahankan air cair terlepas dari jarak orbit dengan bintang host. Loeb menantang prinsip antropik, konsep penalaran untuk parameter tertentu dengan nilai-nilai yang diperlukan bagi kehidupan.

Alam semesta adalah cara bagaimana makhluk mengamatinya. Ini konsisten dengan ide multiverse. Jika beberapa alam semesta ada dan masing-masing memiliki parameter berbeda maka makhluk cerdas seharusnya tidak terkejut menemukan dirinya dalam satu parameter yang cocok.

Pada tahun 1980-an nobelis fisika Steven Weinberg menggunakan argumen antropis untuk menghitung nilai maksimum energi intrinsik ruang vakum. Weinberg menunjukkan nilai kecil memecah materi terpisah sebelum Matahari, Bumi atau manusia datang menjadi eksis.

Prediksi dikonfirmasi pada tahun 1990an ketika para astronom menemukan energi gelap yang tampaknya bertindak seperti kekuatan vakum yang mempercepat perluasan alam semesta. Menurut perhitungan fisikawan partikel, energi gelap harus 120 kali lipat lebih kuat dari nilai maksimum Weinberg.

Para pendukung hipotesis multiverse mengambilnya sebagai bukti alam semesta memiliki nilai yang lebih tinggi dari energi vakum. Tetapi Loeb mengatakan para pendukung prinsip antropik tidak bisa mengklaim nilai kecil diamati sebagai satu-satunya yang bisa diamati oleh makhluk hidup.
The Habitable Epoch of the Early Universe

Abraham Loeb

arXiv (Submitted on 2 Dec 2013)

Akses : arXiv:1312.0613
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment