Friday, December 6, 2013

Pendaratan di Lunar Picu Konflik Internasional

Laporan Penelitian - Era eksplorasi ruang memancing sengketa kedaulatan bangsa. RUU Lunar yang diusung Kongres Amerika Serikat bisa melanggar perjanjian ruang PBB. Kedudukan Lunar berpotensi memunculkan konflik internasional.

Rencana Undang-undang baru untuk melindungi situs pendaratan bersejarah di Lunar oleh Apollo bisa cacat dan menciptakan konflik langsung dengan hukum internasional dan pelanggaran kewajiban perjanjian AS, menurut para ahli hukum ruang.

Legislasi yang diusulkan ke Kongres Amerika Serikat pada tanggal 8 Juli 2013 menunjuk situs pendaratan Apollo dan peralatan AS di Lunar sebagai United States National Park di bawah yurisdiksi Departemen Dalam Negeri. Namun UU ini dapat dilihat sebagai deklarasi kedaulatan AS.

Henry Hertzfeld dan Scott Pace dari George Washington University menunjukkan perjanjian internasional tentang ruang berarti hukum yang berlaku di Amerika Serikat tidak dapat diterapkan di objek-objek ruang. Apollo Lunar Landing Legacy Act yang diusulkan melanggar Perjanjian Luar Angkasa PBB tahun 1967.

"Kami menyarankan cara berbeda yang mungkin lebih dapat diterima secara internasional dalam melestarikan situs di Lunar. Proses perjanjian sangat lambat, di sisi lain perkembangan baru, China misalnya atau bahkan perusahaan swasta, mencoba meletakkan segala sesuatu di Lunar," kata Hertzfeld .

Perjanjian PBB yang baru memakan waktu terlalu lama untuk mencapai persetujuan Majelis Umum PBB. Sebaliknya Hertzfeld dan Pace mengusulkan 2 negara yaitu Amerika Serikat dan Rusia membuat perjanjian bilateral yang nantinya dapat ditawarkan kepada negara-negara lain.

"Ini bisa menjadi kesepakatan eksekutif serta memorandum. Anda ingin mencoba untuk bertindak dalam waktu wajar, jangka waktu cukup cepat untuk mendapatkan kesepakatan multilateral atau perjanjian," kata Hertzfeld .

Hertzfeld dan Pace percaya perjanjian tersebut dapat menghindari deklarasi kedaulatan oleh sebuah negara di Lunar secara sepihat sebelum benar-benar memperkuat perjanjian ruang internasional yang ada selama ini.

Masalah Lunar muncul menguat ketika China mengirim pendaratan wahana pertama di permukaan Lunar dalam beberapa minggu ke depan. Beijing menjalanakan misi pendarat Chang'e-3 yang membawa rover 6x6 bernama Yutu.
Henry R. Hertzfeld, Scott N. Pace (Space Policy Institute, Elliott School of International Affairs, The George Washington University, Washington, DC 20052, USA). International Cooperation on Human Lunar Heritage. Science, 29 November 2013: Vol.342 no.6162 pp.1049-1050, DOI:10.1126/science.1243607
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment