Langsung ke konten utama

Katai Merah Fomalhaut C Juga Bercincin Komet

Laporan Penelitian - Sabuk komet di sekitar Bintang Fomalhaut C. Para astronom scoping di sekitar bintang kesohor Fomalhaut menemukan bahwa adik bintang misterius juga berhias mahligai cincin, perhiasan tak kalah mewah dari saudara tuanya.

Sistem bintang tripel Fomalhaut berisi 3 bintang yaitu Fomalhaut A, B dan C. Terletak di konstelasi Piscis Austrinus sekitar 25 tahun cahaya dari Bumi, Fomalhaut A salah satu bintang paling terang di langit dan host exoplanet beserta cincin komet spektakuler.

Sebaliknya, Fomalhaut C juga dikenal sebagai LP 876-10 adalah katai merah redup dan baru pertama kali dilaporkan menjadi bagian sistem pada Oktober 2013 lalu. Laporan baru menemukan bahwa disk puing-puing juga ada di sekitar Fomalhaut C. Satu kunci untuk menjawab misteri sistem Fomalhaut.

"Sangat jarang menemukan two comet belts in one system dan dengan 2 bintang terpisah 2,5 tahun cahaya. Kita bertanya-tanya mengapa Fomalhaut A dan C memiliki sabuk komet dan apakah sabuk terkait dalam beberapa cara," kata Grant Kennedy, astronom University of Cambridge.

Misteri utama sistem Fomalhaut terkait orbit cincin komet dan planet di sekitar Fomalhaut A adalah elips, mungkin hasil dari tarikan dekat dengan objek lain dalam sistem, mungkin planet yang belum terdeteksi atau mungkin salah satu dari 2 bintang partner lainnya.

Sabuk komet sekitar Fomalhaut C penting karena pertemuan tersebut tidak hanya dapat membuat sabuk komet elips, mereka juga lebih cerah akibat komet lebih sering berbenturan, melepaskan sejumlah besar debu dan es. Bintang jarang terlihat memiliki sabuk komet terang.

"Kami berpikir sistem Fomalhaut terganggu oleh planet di dalam, tapi sekarang terlihat bintang kecil dari luar juga bisa mempengaruhi sistem. Tes yang baik untuk menguji hipotesis orbit katai merah," kata Paul Kalas, astronom Universitas California.
G. M. Kennedy (Institute of Astronomy, University of Cambridge, Madingley Road, Cambridge CB3 0HA, UK) et al. Discovery of the Fomalhaut C debris disc. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, December 17, 2013, DOI:10.1093/mnrasl/slt168
Gambar: Amanda Smith

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…