Saturday, December 28, 2013

Kimia Phrynomantis microps Tipu Paltothyreus tarsatus

Laporan Penelitian - Katak sabana di Afrika barat Phrynomantis microps bersembunyi dengan bahan kimia untuk menyusup dan meminta perlindungan Semut Paltothyreus tarsatus. Dengan bahan materi kimia, kamuflase katak berotak bulus mencari suaka di koloni semut.

Semut Ponerine (Paltothyreus tarsatus) hidup dalam koloni beberapa ratus sampai ribuan. Serangga dengan panjang 2,5 sentimeter penuh semangat membela sarang, menggigit penyusup apapun dengan rahang kuat dan menyengat dengan racun.

Mereka kebanyakan makan arthropoda dan kandang-kadang menyantap katak dan vertebrata kecil lain. Tapi ada satu katak tidak makan, Katak Sabana Afrika Barat (Phrynomantis microps). Katak ini bahkan bersembunyi di sarang semut untuk berlindung dari terik atau dehidrasi musim kemarau.

Lubang smpit juga melindungi katak dari predator potensial karena semut madani akan menyerang apa pun yang mencoba masuk ke dalam koloni. Beberapa katak dan kodok menghasilkan racun di kulit yang membunuh atau memuakkan, tapi bukan itu fungsinya.

Phrynomantis microps memproduksi 2 rantai pendek asam amino yang dikenal sebagai peptida. Satu trik bahwa semut meloloskan aturan mereka sendiri terhadap penyusup. Peptida berfungsi sebagai peredaan dalam menghindari agresi semut.

Mark-Oliver Rödel, biolog Leibniz Institute for Research on Evolution and Biodiversity di Berlin, mengatakan P. microps mungkin tidak menyerap peptida melalui makanan, tetapi membuat sendiri. Materi kimia ditemukan di kulit bahkan setelah bertahun-tahun mengonsumsi makanan di lab.




Chemical Camouflage - A Frog's Strategy to Co-Exist with Aggressive Ants

Mark-Oliver Rödel1 et al.
  1. Museum für Naturkunde Berlin, Leibniz Institute for Research on Evolution and Biodiversity, Berlin, Germany
PLoS ONE, December 11, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0081950

Gambar dan video: Mark-Oliver Rödel et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment