Langsung ke konten utama

Cyatta abscondita Leluhur Semut Petani Jamur

www.LaporanPenelitian.com - Hantu spesies baru Cyatta abscondita, leluhur semut petani kuno. Setelah bekerja keras, para ilmuwan memastikan fosil hidup semut pekebun jamur rumit salah satu spesialis paling awal dunia pertanian kuno.

Lebih dari 240 semut keluarga attine berevolusi 50 juta tahun lalu membudidaya jamur sebagai sumber makanan koloni dalam sarang. Cyatta abscondita adalah nenek moyang sah semua semut pertani jamur yang diharapkan mengungkap petunjuk bagaimana awal hidup semut attine.

"Melalui analisis DNA, kami belajar spesies baru ini terkaitan erat nenek moyang semut pertama yang membudidaya kebun jamur," kata Jeffrey Sosa-Calvo, entomolog University of Maryland di College Park.

"Mengingat hubungan ini, kita menyimpulkan beberapa karakteristik fisik dan perilaku unik C. abscondita yang mengisyaratkan apakah pertanian pertama semut dan pendahulu mereka tampak dan bertindak seperti itu," kata Sosa-Calvo.


C. abscondita pertama kali diakui tahun 2003 ketika para kurator museum spesies di Sao Paulo, Brasil, menyadari adanya mislanding. Berdasarkan mana identifikasi letak pohon keluarga spesies, para peneliti menelusuri kembali 2 bioma yaitu Caatinga dan Cerrado.

"Setelah menemukan informasi Caatinga dan Cerrado, kami bersemangat kembali ke daerah ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang kelompok ini," kata Ted Schultz, kurator National Museum of Natural History, Smithsonian Institution di Washington.

"Dengan mayoritas invertebrata dunia masih menunggu diidentifikasi, temuan baru saja dimulai. Brazil adalah kunci dalam memahami sejarah alam yang luar biasa di planet ini dan memainkan peran penting dalam menyusun temuan seperti ini jadi mungkin," kata Schultz.

Butuh waktu bertahun-tahun dan banyak lubang besar bagi para ilmuwan untuk mengkonfirmasi semut hantu sebagai spesies baru. Sarang mereka sangat rumit, para peneliti harus menggali lubang sedalam 2 meter di dalam tanah. Semut hantu berkebun jamur di dinding lubang di sarang mereka.
Cyatta abscondita: Taxonomy, Evolution, and Natural History of a New Fungus-Farming Ant Genus from Brazil

Jeffrey Sosa-Calvo1,2 et al.
  1. Maryland Center for Systematic Entomology, Department of Entomology, University of Maryland, College Park, Maryland, United States of America
  2. Department of Entomology, National Museum of Natural History, SmithsonianInstitution, Washington, District of Columbia, United States of America
PLoS ONE, November 15, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0080498

Gambar 1: Jeffrey Sosa-Calvo/Smithsonian.
Gambar 2: Ted Schultz/Smithsonian.

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…