Skip to main content

Transplantasi Tinja Dongkrak Pertahanan Usus

Laporan Penelitian - Transplantasi kotoran mendongkrak pertahanan usus. Transplantasi mikrobiota fekal atau faecal transplants mengembalikan keragaman bakterial dan bisa cepat mengurangi gejala diare terkait antibiotik.

Para ilmuwan membandingkan bakteri usus 14 individu yang mengalami infeksi Clostriduium difficile efek terapi antibiotik dengan novel pra dan post transplantasi feses bakteri usus donor sehat. Sampel feses donor sehat disaring, diencerkan dan didorong ke usus kecil dan besar.

"Dalam kebanyakan kasus, faecal microbiota transplantation (FMT) menghasilkan komposisi mikrobiota feses dalam sampel pasca FMT mirip donor sehat," kata Florian Fricke, mikrobiolog University of Maryland School of Medicine di Baltimore.

Keragaman populasi bakteri turun drastis setelah orang menjalani terapi antibiotik diare. Sementara pasien merasa lebih baik segera setelah menerima transplantasi, komposisi bakteri usus terus berubah bahkan 1 tahun setelah menerima materi transplantasi fekal.

Juga perubahan signifikan di antara beberapa jenis bakteri pasca transplantasi seperti penurunan populasi Lactobacillales. Namun, para peneliti gagal mengidentifikasi keystone spesies bakteri yang dapat digunakan sebagai penanda biologis untuk memprediksi kerentanan antibiotik diare terkait.

"Pertanyaannya adalah apa yang sebenarnya terjadi pada mikrobiota pasien setelah Anda memperkenalkan mikrobiota baru dari donor asing. Ada kecepatan pergeseran komposisi dan tampaknya terkait dengan gejala utama infeksi C. difficile, namun proses belum berakhir setelah diare hilang," kata Fricke.

Transplantasi tinja digunakan sejak abad ke-4, meskipun baru-baru ini menjadi perhatian sebagai cara efektif mengobati persisten. Namun orang yang telah memiliki satu episode diare terkait antibiotik beresiko tinggi menderita masalah yang sama pada saat mereka minum antibiotik.

"Mereka merasa baik-baik saja dan secara keseluruhan terlihat cukup sehat dengan mikrobiota mirip, tapi sebenarnya proses lebih lama sampai mencapai microbiome sehat normal atau mereka mungkin tidak pernah mencapai itu," kata Fricke.
Microbiota Dynamics in Patients Treated with Fecal Microbiota Transplantation for Recurrent Clostridium difficile Infection

Yang Song1 et al.
  1. Institute for Genome Sciences, University of Maryland School of Medicine, Baltimore, Maryland, United States of America
PLoS ONE, November 26, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0081330

Gambar: CDC/Lois S. Wiggs via Wikimedia Commons

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…