Thursday, December 5, 2013

Transplantasi Tinja Dongkrak Pertahanan Usus

Laporan Penelitian - Transplantasi kotoran mendongkrak pertahanan usus. Transplantasi mikrobiota fekal atau faecal transplants mengembalikan keragaman bakterial dan bisa cepat mengurangi gejala diare terkait antibiotik.

Para ilmuwan membandingkan bakteri usus 14 individu yang mengalami infeksi Clostriduium difficile efek terapi antibiotik dengan novel pra dan post transplantasi feses bakteri usus donor sehat. Sampel feses donor sehat disaring, diencerkan dan didorong ke usus kecil dan besar.

"Dalam kebanyakan kasus, faecal microbiota transplantation (FMT) menghasilkan komposisi mikrobiota feses dalam sampel pasca FMT mirip donor sehat," kata Florian Fricke, mikrobiolog University of Maryland School of Medicine di Baltimore.

Keragaman populasi bakteri turun drastis setelah orang menjalani terapi antibiotik diare. Sementara pasien merasa lebih baik segera setelah menerima transplantasi, komposisi bakteri usus terus berubah bahkan 1 tahun setelah menerima materi transplantasi fekal.

Juga perubahan signifikan di antara beberapa jenis bakteri pasca transplantasi seperti penurunan populasi Lactobacillales. Namun, para peneliti gagal mengidentifikasi keystone spesies bakteri yang dapat digunakan sebagai penanda biologis untuk memprediksi kerentanan antibiotik diare terkait.

"Pertanyaannya adalah apa yang sebenarnya terjadi pada mikrobiota pasien setelah Anda memperkenalkan mikrobiota baru dari donor asing. Ada kecepatan pergeseran komposisi dan tampaknya terkait dengan gejala utama infeksi C. difficile, namun proses belum berakhir setelah diare hilang," kata Fricke.

Transplantasi tinja digunakan sejak abad ke-4, meskipun baru-baru ini menjadi perhatian sebagai cara efektif mengobati persisten. Namun orang yang telah memiliki satu episode diare terkait antibiotik beresiko tinggi menderita masalah yang sama pada saat mereka minum antibiotik.

"Mereka merasa baik-baik saja dan secara keseluruhan terlihat cukup sehat dengan mikrobiota mirip, tapi sebenarnya proses lebih lama sampai mencapai microbiome sehat normal atau mereka mungkin tidak pernah mencapai itu," kata Fricke.
Microbiota Dynamics in Patients Treated with Fecal Microbiota Transplantation for Recurrent Clostridium difficile Infection

Yang Song1 et al.
  1. Institute for Genome Sciences, University of Maryland School of Medicine, Baltimore, Maryland, United States of America
PLoS ONE, November 26, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0081330

Gambar: CDC/Lois S. Wiggs via Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment