Tuesday, December 24, 2013

MALBAC Sekuen IVF Non Invasif DNA Sel Telur

LaporanPenelitian.com - Metode non-invasif dirancang untuk sekuen DNA sel telur manusia. Pertama kalinya sekuen genom sel telur manusia tanpa merusaknya, teknik in vitro fertilization (IVF) memungkinkan pasangan memilih genetik sehat embrio sebelum ditanam ke rahim ibu.

Seperti permainan changer, pasangan produktif mencegah "kucing dalam sarung" dengan metode deteksi cacat genetik pada embrio kemudian direparasi. Pasangan berisiko tinggi anak dengan kelainan genetik dapat dikurangi melalui teknik embrio IVF sebelum ditanam.

Sunney Xie, biolog Harvard University, dan tim mengembangkan cara sekuensing genom embrio warisan dari ibu tanpa biopsi. Teknik disebut Multiple Annealing and Looping Based amplification Cycles (MALBAC) untuk sekuen kutub yaitu sel yang diusir dari telur karena membagi.

"Dengan metode sebelumnya terlalu banyak lubang dan tidak bisa read-out cukup tepat untuk mendeteksi kelainan kromosom dan perubahan urutan kecil," kata Xie.

Pendekatan baru tidak menangkap cacat genetik yang diwariskan oleh ayah tetapi lebih dari 70 persen kelainan kromosom penyebab paling umum pada wanita dalam telur. Metode bisa meningkatkan keberhasilan IVF untuk kelahiran hidup 30 hingga 60 persen.

"Kami berharap memiliki bayi sehat dengan metode MALBAC pada tahun 2014," kata Xie.

Bisa dibayangkan dari waktu ke waktu, keturunan jutaan IVFs selektif mengubah lanskap genetik spesies Homo sapiens. Tim mengatakan hasil penelitian tidak serta merta menjadi "desainer bayi" karena masih banyak ketidakpastian gen mempengaruhi penyakit, kecerdasan dan penampilan.

"Keamanan jangka panjang teknologi ini masih harus dievaluasi lebih lanjut. Aturan hukum lainnya perlu dibangun untuk jenis diagnosis genom," kata Jie Qiao, biolog Peking University.
Yu Hou (Biodynamic Optical Imaging Center, College of Life Sciences and Center for Reproductive Medicine, Third Hospital, Peking University, Beijing 100871, China) et al. Genome Analyses of Single Human Oocytes. Cell, Volume 155, Issue 7, 1492-1506, 19 December 2013, DOI:10.1016/j.cell.2013.11.040
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment