Wednesday, December 4, 2013

Evolusi Cepat Ular Melampaui Vertebrata Lain

Laporan Penelitian - Evolusi racun dan pesta makan dalam DNA ular. Gen ular berada di gigi evolusi tinggi, Python Burma (Python molurus bivittatus) dan King Cobra (Ophiophagus hannah) berevolusi dengan cepat mengaktifkan strategi berburu.

Ular berevolusi beberapa strategi kelangsungan hidup ekstrim. Genom lengkap Python Burma (Python molurus bivittatus) dan King Cobra (Ophiophagus hannah) mengungkap banyak gen ular berubah lebih cepat dibanding vertebrata lain. Kedua genom set lengkap pertama gen ular yang pernah dirakit.

Cobra dan ular mewakili beberapa contoh luar biasa. Piton Burma predator penyergap yang jarang menemukan makanan. Ketika melakukannya, mereka berpesta. Piton dewasa menelan seluruh babi dewasa. Makanan besar harus mengalami banyak perubahan evolusioner.

Dalam 4 hari, organ memperluas 35 persen bahkan 2 kali lipat dari ukuran normal. Makan besar membutuhkan perubahan metabolik, mengaktifkan ribuan gen dan turun lagi yang memungkinkan organ internal menyusut selama periode puasa.

"Mereka membuat begitu banyak perubahan untuk beradaptasi dengan kehidupan sebagai tubuh berbentuk tabung," kata David Pollock, genetikawan University of Colorado di Denver.

Ketika Pollock membandingkan hampir 7500 gen Python Burma dan Raja Cobra dengan rekan-rekan vertebrata lain, versi ular memiliki kuantitas perubahan evolusioner tingkat tinggi, menyaingi genetika tikus sebagai vertebrata apapun.

Perubahan evolusioner terlibat dalam bentuk tubuh dan perkembangan organ, metabolisme, produksi racun serta indera penciuman. Banyak perubahan berada di bagian gen pengkode protein, bukan di regulasi pengubahan on dan off gen.

"Sangat mengesankan dan kejutan bagi kami," kata Todd Castoe, biokimiawan University of Texas di Arlington.

Ini bertentangan dengan teori lama bahwa perubahan evolusioner terjadi paling tidak dengan mengubah gen itu sendiri. Genom ular mungkin rentan perubahan karena mengandung banyak replikasi misalignment kromosom yang menyebabkan duplikasi gen lebih umum.
The Burmese python genome reveals the molecular basis for extreme adaptation in snakes

Todd A. Castoe1,2 et al.
  1. Department of Biochemistry and Molecular Genetics, University of Colorado School of Medicine, Aurora, CO 80045
  2. Department of Biology, University of Texas, Arlington, TX 76010
Proceedings of the National Academy of Sciences, December 2, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1314475110

Gambar: Mannes Fotos via Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment