Tuesday, December 17, 2013

Mineral Target Misi Rover Yutu China Di Lunar?

Penelitian - Pertambangan Lunar mungkin 'gula di langit'. Rover Yutu China akan survei debu mineral, kawah tandus Teluk Rainbows, tetapi para ahli mengatakan setiap 'jumput emas' terlalu mahal. Amerika Serikat, Eropa dan Rusia sudah tidak tertarik lagi ke sana.

Lunar sudah ditinggalkan para pemain utama ruang. Amerika Serikat dalam waktu dekat menempatkan astronout ke target-target asteroid sebagai batu loncatan, Eropa dalam jangka panjang loop ke planet-planet lain dan India mulai menyelidiki Planet Mars.

Potensi mengekstrak sumber daya Lunar disebut alasan utama di balik program China dengan terobosan terbaru akhir pekan lalu sukses mengirim rover Chang'e-3. Ini misi pertama selama 40 tahun setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet melakukan soft landing sejak 1976.

Misi Chang'e-3 menandai langkah terbaru program ruang ambisius Beijing sebagai simbol ekonomi dan teknologi global serta keberhasilan Partai Komunis dalam membalikkan manifesto tradisional menjadi bangsa modern progresif.

Luan Enjie, penasihat senior program lunar China, mengatakan kepada Xinhua bahwa tujuan akhir menggunakan Lunar sebagai batu loncatan eksplorasi ruang. Lunar juga dipercaya menyimpan uranium, titanium dan sumber daya mineral lain serta pembangkit listrik tenaga Surya.

Salah satu substansi yaitu helium-3, isotop sumber fusi yang sempurna untuk menggantikan minyak dan gas. Para pejabat China mengklaim potensi listrik lebih dari 10.000 tahun. Meskipun reaktor fusi secara teoritis belum ada dalam kenyataan.

"Semua orang tahu bahan bakar fosil gas dan batubara habis satu hari nanti, tetapi setidaknya 1 juta metrik ton helium-3 di Lunar," kata Ouyang Ziyuan , penasihat senior program Lunar China.

Meskipun demikian biaya eksploitasi fenomenal. China menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk program ruang. Saat misi Chang'e-3 muncul menjelang pendaratan rover kedua, Chang'e-4 membawa sampel ke Bumi untuk analisis dalam waktu 5 tahun mendatang.

"Tahap berikutnya melakukan yang tidak dilakukan Amerika Serikat, pertambangan. Mereka memiliki teknologi, daya beli dan strategis. Mereka ingin melakukan dan mewujudkannya," kata Richard Holdaway, direktur RAL Space laboratory di Inggris.




Gambar: HAP/Quirky China News/Rex
Video: CCTVNews
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment