Friday, December 13, 2013

Jengger Dino duck-billed Edmontosaurus regalis

Laporan Penelitian - Jengger berdaging di kepala dinosaurus. Fosil tengkorak Dino duck-billed dan tonjolan jaringan lunak di atasnya. Raksasa gentle berparuh bebek spesies Edmontosaurus regalis ikon versi dinosaurus berjengger ayam pertama kali.

Dunia paleontologi tahu banyak tutup kepala termasuk dino duck-billed lainnya, tetapi semua struktur tulang. Kulit dan jaringan lunak busuk sangat cepat dan sulit memfosil. Pertama kalinya sisa-sisa Edmontosaurus regalis menyimpan fitur kubah berdaging pada dinosaurus apapun.

"Temuan jengger sangat mengejutkan karena tidak ada indikasi setiap dinosaurus memiliki struktur ini. Herbivora besar dan lembut yang mengisi peran ekologi seperti kangguru atau rusa," kata Phil Bell, paleontolog University of New England di Armidale.

Para ilmuwan telah tahu banyak tentang Edmontosaurus selama satu abad. Panjang 10-12 meter dan berat 4 ton, Edmontosaurus regalis kelas medium sah hingga 70 juta tahun lalu. Tengkorak panjang dan datar seperti kuda, ujung depan rahang tidak bergigi dan lebar seperti wajah bebek.

"Saya menemukan kulit di bagian leher dan melihat di mana kepala. Ada elemen berdaging dan kerutan kulit terawetkan batu, mungkin jaringan lemak di bawahnya. Ini kesalahan tapi berakhir dengan keberuntungan," kata Bell.

Beberapa kerabat dinosaurus memiliki fitur tulang punuk di bagian hidung sebagai resonator satu sama lain. Tetapi punuk tulang menghilang di akhir periode Cretaceous sebelum Edmontosaurus muncul. Jengger berdaging di tempat yang sama tapi tidak terkoneksi ke rongga hidung.

"Selalu ada hirarki dalam kawanan. Kami percaya jengger adalah sinyal seksual atau strata hirarki kawanan. Burung modern dari ayam hingga condor di Andes menggunakan jengger sebagai sinyal sosial," kata Bell.

Pelestarian jaringan lunak dimungkinkan melalui proses khusus mumifikasi. Dinosaurus adalah anaerobik dan mengandung bakteri yang mengendap unsur-unsur tertentu seperti mangan, zat besi dan kalsium yang membantu mengawetkan kulit.

"Ini membuka kemungkinan semua jenis struktur jaringan lunak yang belum pernah terlihat. Kulit dan daging benar-benar memberi Anda gambar hidup sejati," kata Bell.
Phil R. Bell (Department of Environmental and Rural Science, University of New England, Armidale, NSW 2351, Australia) et al. A Mummified Duck-Billed Dinosaur with a Soft-Tissue Cock’s Comb. Current Biology, 12 December 2013, DOI:10.1016/j.cub.2013.11.008
Gambar: Julius Csotonyi
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment