Tuesday, November 12, 2013

Super Topan Haiyan Manifestasi Perubahan Iklim?

Laporan Penelitian - Pertanyaannya apakah perubahan iklim menyebabkan Super Topan Haiyan? Ada bukti terbatas bahwa pemanasan lautan bisa membuat superstorm lebih intens.

Pemerintah Filipina sedang mengkalkulasi kerusakan yang disebabkan Super Topan Haiyan yang menurut beberapa laporan menewaskan sebanyak 10.000 orang. Spekulasi memanas, apakah bencana mungkin manifestasi dari perubahan iklim?

Dengan kecepatan angin yang berkelanjutan lebih dari 310 km/jam, Haiyan siklon tropis paling mematikan dalam sejarah. Rekor sebelumnya dipegang Badai Camille pada tahun 1969 yang melanda negara bagian Mississippi dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam.

Ini ketiga kalinya bencana memukul kepulauan Filipina dalam waktu kurang dari 12 bulan. Pada bulan Agustus, Topan Trami menyebabkan banjir besar di pulau Luzon dan Desember 2012, Topan Bopha menewaskan 2.000 dan menyebabkan kerusakan US$1,7 miliar di pulau Mindanao.

Tapi Haiyan dengan mudah melampaui angka itu. Analis senior Bloomberg Industries, mengutip Kinetic Analysis Corp, dampak total ekonomi Topan Haiyan mencapai US$14 miliar. Korban tewas mungkin jauh lebih besar jika Filipina tidak mengindahkan peringatan dini dan mengungsi.




Kerry A. Emanuel (2013). Downscaling CMIP5 climate models shows increased tropical cyclone activity over the 21st century. Proceedings of the National Academy of Sciences, DOI:10.1073/pnas.1301293110

Kate Marvel and Céline Bonfils (2013). Identifying external influences on global precipitation. Proceedings of the National Academy of Sciences, DOI:10.1073/pnas.1314382110

J P Fisk et al. (2013). The impacts of tropical cyclones on the net carbon balance of eastern US forests (1851–2000). Environmental Research Letters, DOI:10.1088/1748-9326/8/4/045017
Gambar: Japan Meteorological Agency and EUMETSAT
Video: CIMSS Satellite Blog
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment