Thursday, November 21, 2013

Pemukim Amerika Kawin Silang Asia dan Eropa

Penelitian - Kerangka seorang anak yang hidup 24.000 tahun lalu dari Siberia membantu menulis pohon keluarga penduduk asli Amerika. Novel sekuen genom orang-orang pertama pemukim Benua Amerika tidak hanya Asia timur, mereka juga dari Eurasia Barat.

Amerika asli mungkin datang dari Asia utara melalui jembatan darat di Selat Bering sekitar 15.000 tahun lalu. Kebingungan muncul karena penduduk asli Amerika memiliki DNA menyerupai Asia timur, tetapi tidak ada populasi modern kontemporer yang tepat sesuai.

Ditambah lagi penduduk asli Amerika membawa beberapa karakteristik DNA orang Eropa modern yang menyebabkan beberapa peneliti menyarankan hipotesis bahwa populasi Amerika pertama kali dari Eropa, bukan Asia.

Eske Willerslev, kurator Natural History Museum of Denmark, dan rekan sekuensing genom kerangka anak di selatan Siberia berdating 24.000 tahun. Manusia moderen tertua yang pernah diurutkan, meskipun hominin lain dan hewan terkait sering dilakukan Willerslev.

Kromosom Y menyerupai Eropa Barat modern dan semua kromosom memiliki banyak kesamaan dengan asli Amerika. Tapi tidak ada tanda-tanda memiliki kerabat Asia timur. Kerangka Siberia kedua berdating 17.000 tahun menghasilkan hasil yang sama.

"Penduduk asli Amerika tidak hanya kelompok orang Asia timur," kata Willerslev.

Penjelasan paling sederhana bahwa penduduk asli Amerika merupakan hasil dari 2 populasi yang kawin silang. Satu akhirnya memunculkan Asia timur modern, sementara yang lain termasuk anak Siberia memunculkan Eropa barat hari ini.

"Ini terasa seperti missing link yang menarik. Laporan sangat penting," David Reich, genetikawan dari Harvard Medical School di Boston, Massachusetts.

Tahun lalu Reich menunjukkan populasi Eropa modern sangat beragam, beberapa leluhur terkait erat penduduk asli Amerika. Temuan Willerslev menjelaskan Eurasia kuno memiliki berkontribusi gen dengan Eropa moderen dan penduduk asli Amerika.

Ada umpan balik antara Eropa dan Asia selama zaman es terakhir yang memungkinkan migrasi di sepanjang garis dari Hongaria modern ke Pasifik. Perkawinan mungkin terjadi di Siberia daripada setelah menyeberang ke Amerika.

"Stepa Eurasia koridor bagi orang untuk bergerak," kata Reich.
Maanasa Raghavan (Centre for GeoGenetics, Natural History Museum of Denmark, University of Copenhagen, Øster Voldgade 5–7, 1350 Copenhagen, Denmark) et al. Upper Palaeolithic Siberian genome reveals dual ancestry of Native Americans. Nature, 20 November 2013, DOI:10.1038/nature12736
Gambar: Niobe Thompson (atas), Thomas W. Stafford Jr (bawah)
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment