Skip to main content

Masyarakat Lebih Besar Budaya Lebih Kompleks

Penelitian - Jaringan sosial membuat lebih cerdas. Rahasia mengapa beberapa budaya berkembang dan lainnya hilang mungkin terletak pada jaringan sosial dan kemampuan generasi selanjutnya meniru dibanding kecerdasan individu.

Kelompok yang lebih besar berarti budaya jadi lebih kompleks. Ukuran populasi dan keterhubungan sosial sangat penting untuk pengembangan teknologi lebih canggih. Di dalam masyarakat yang kecil, bahasa dan praktek budaya lebih cepat terancam punah.

"Ini studi pertama di laboratorium teori evolusi yang telah lama menyarankan ada hubungan penting antara sosialitas masyarakat dan kecanggihan teknologi," kata Michael Muthukrishna, psikolog University of British Columbia di Vancouver.

Keberhasilan manusia tergantung kemampuan menyalin dan mengembangkan karya para pendahulunya. Seiring waktu, masyarakat mengumpulkan pengetahuan di luar lingkup individu. Dua tim peneliti menunjukkan kekuatan kumulatif budaya tergantung pada ukuran dan keterkaitan sosial.

"Untuk memproduksi alat-alat mewah dan kompleks, sosial lebih penting daripada kecerdasan," kata Joe Henrich, psikolog University of British Columbia di Vancouver.

Tradisi budaya kompleks bertahan lebih lama dan meningkat lebih cepat di tangan masyarakat besar yang lebih ramah. Hal ini membantu menjelaskan mengapa kelompok Aborigin Tasmania kehilangan banyak keterampilan dan teknologi berharga ketika populasi menyusut.

"Ada beberapa model teoritis untuk menjelaskan fenomena ini tapi tidak ada yang melakukan eksperimen," kata Maxime Derex, bioevolusionis University of Montpellier di Prancis.

Peserta eksperimen diminta belajar keterampilan baru seperti mengedit foto digital dan menyalin. Kemudian mereka menyampaikan apa yang mereka pelajari ke peserta "generasi" berikutya. Ini terkait tingkat pengetahuan selama beberapa generasi sebagai transmisi budaya.

Ketika 10 generasi, anggota kelompok besar memiliki kemampuan lebih kuat daripada kelompok kecil. Kelompok dengan akses lebih besar juga mempertahankan keterampilan lebih panjang daripada kelompok dengan akses rendah.

Ukuran populasi besar diperlukan untuk evolusi kumulasi budaya kompleks yang membedakan manusia modern dari primata lainnya. Banyak antropolog berasumsi Homo neanderthalensis kurang cerdas dibanding Homo sapiens meskipun ukuran otak sama karena kurang kompleks.

"Kemungkinan lain Neanderthal hidup dalam kelompok-kelompok tersebar tanpa banyak keterkaitan," kata Henrich.
Michael Muthukrishna (Department of Psychology, University of British Columbia, Vancouver, British Columbia, Canada V6T 1Z4) et al. Sociality influences cultural complexity. Proceedings of the Royal Society B, 13 November 2013, DOI:10.1098/rspb.2013.2511

Maxime Derex (University of Montpellier II, Place Eugène Bataillon, 34095 Montpellier Cedex 5, France) et al. Experimental evidence for the influence of group size on cultural complexity. Nature, 13 November 2013, DOI:10.1038/nature12774
Tinuku

Comments

Popular posts from this blog

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Hidup Tanpa Ibu, Bayi Tikus Lahir Sehat Tanpa Pembuahan Sel Telur

Penelitian ~ Membuat bayi semakin mudah tanpa telur bahwa tikus lahir tanpa ibu. Embrio haploid atau parthenogenotes disuntik dengan sperma berhasil berkembang menjadi keturunan yang sehat.

Gambar Tiga Dimensi Struktur Detail Virus Zika Resmi Terbit

Penelitian ~ Struktur virus Zika dipetakan untuk pertama kalinya. Gambar 3D virus tidak hanya memancing inspirasi seni, tapi bisa pula memberi petunjuk bagaimana melawannya.