Tuesday, November 26, 2013

Kuil Maya Devi di Lumbini Nepal Kelahiran Buddha

LaporanPenelitian.com - Fragmen kayu 2.500 tahun di bawah kuil tempat kelahiran Buddha. Dating sisa-sisa struktur kayu di tempat kelahiran Buddha setidaknya abad ke-6 sebelum masehi membuka sekilas langka praktik keagamaan kuno di Asia Selatan.

Penggalian tahun 2011 dan 2012 di bawah Maya Devi Temple di Lumbini, Nepal, memberi pemahaman lebih jelas ketika Buddha hidup dan bagaimana Buddhisme berkembang menjadi agama. Arkeolog menunjukkan akar literal agama. Pohon kuno mendahului semua situs Buddha.

"Tidak ada ulama sebelumnya yang benar-benar mengekspos dan menanggal struktur pra-Asoka," kata Robin Coningham, arkeolog di Durham University di Inggris.

Catatan arkeologi Buddhisme kembali ke zaman Asoka, seorang kaisar India antusias memeluk Buddha pada abad ke-3 SM yang membentang dari Afghanistan hingga Bangladesh. Tapi kebijaksaan Buddha mungkin kawruh 3 abad sebelumnya.

Maya Devi Temple di Lumbini sebuah situs bangunan kayu di bawah serangkaian candi bata. Struktur kayu berisi ruang terbuka di tengah yang menghubungkan kisah kelahiran Sang Buddha. Dating radiokarbon keluar waktu 800 hingga 550 SM.

Krusial, struktur kayu diatur memusat mirip desain candi Asoka. Coningham dan rekan menemukan sisa-sisa akar pohon kuno, tapi anehnya bebas dari puing-puing yang biasanya ditinggalkan manusia. Ratu Maya Devi melahirkan Sang Buddha sambil berpegangan cabang pohon di Lumbini Garden.

Lumbini salah satu situs kunci kehidupan Sang Buddha. Situs lainnya adalah Bodh Gaya ketika ia mengalami Sarnath, kemudian Kusinagara di mana ia meninggal di usia 80 tahun. Kuil-kuil ini masih populer di awal dan tengah milenium pertama Masehi.

Lumbini kuno pernah hilang dan ditumbuhi hutan di abad pertengahan. Pada tahun 1896 renovasi dilakukan. Pilar dari abad ke-3 masih berdiri, sebuah prasasti mendokumentasikan kunjungan Kaisar Asoka ke tempat kelahiran Buddha.

"Kuil pohon Lumbini kesempatan langka di mana keyakinan, tradisi, arkeologi dan ilmu pengetahuan datang bersama-sama," kata Coningham.




R.A.E. Coningham (Department of Archaeology, Durham University, South Road, Durham DH1 3LE, UK) et al. The earliest Buddhist shrine: excavating the birthplace of the Buddha, Lumbini (Nepal). Antiquity, Volume: 87, Number: 338, Page: 1104-1123
Gambar: Ira Block/National Geographic
Video: National Geographic
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment