Monday, November 25, 2013

Kloroplas Elysia timida dan Plakobranchus ocellatus

LaporanPenelitian.com - Siput laut bertenaga Surya hidup dalam gelap. Makhluk-makhluk lembut 'siput bertenaga Surya' dan 'daun merangkak' seperti Plakobranchids, Elysia timida dan Plakobranchus ocellatus, tidak benar-benar meminjam warna untuk fotosintesis chloroplasts.

Spesies Sacoglossan mengasimilasi organel fotosintesis dari alga yang mereka makan menyebabkan tubuh berubah jadi hijau terang. Tapi ternyata mereka bisa bertahan berbulan-bulan kelaparan bahkan ketika kapasitas fotosintesis secara besar-besaran berkurang.

Laporan baru memberi kesimpulan yang sah atas keraguan tentang teori yang diterima secara luas bahwa mereka bergantung pada fotosintesis untuk memasak makanan diri mereka sendiri ketika tidak teredia makanan di sekitar mereka.

"Asumsi sebelumnya fotosintesis menjelaskan kelangsungan hidup mereka perlu dipertimbangkan," kata Sven Gould, biologi molekuler University of Düsseldorf di Jerman.

Ketika mengkonsumsi alga bersel tunggal, sejumlah siput laut sacoglossan mencerna segala sesuatu. Makhluk menyimpan organel dalam kelenjar pencernaan yang membentang hampir di sekujur tubuh di mana kloroplas terus berfotosintesis.

Dalam banyak jenis kapasitas transplantasi fotosintesis berlangsung selama tidak lebih dari 2 minggu, tetapi pada spesies ini dapat terus selama berbulan-bulan. Para biolog berasumsi evolusi kemampuan untuk melindungi diri terhadap kelaparan jika ganggang tidak tersedia.

Gould dan rekan memblokir fotosintesis Elysia timida dan Plakobranchus ocellatus di dalam gelap atau dengan memberi obat penghambat fotosintesis. Bahkan ketika fotosintesis diblokir, Plakobranchids bisa bertahan hidup tanpa makanan untuk waktu lama dan tarif sama seperti siput kekurangan cahaya.

Gould sekarang berpikir kunci kelangsungan hidup siput menunda gratifikasi. Mereka tidak pernah mencuri kleptoplasts, tetapi hanya mengambil waktu, siput laut berevolusi menabung organel. Selain fotosintesis, kloroplas memiliki kemampuan biokimia lain yang membantu siput melewati masa-masa sulit.
Gregor Christa (Zoologisches Forschungsmuseum Alexander Koenig, Centre for Molecular Biodiversity Research (zmb), Bonn 53113, Germany) et al. Plastid-bearing sea slugs fix CO2 in the light but do not require photosynthesis to survive. Proceedings of the Royal Society B, 20 November 2013, DOI:10.1098/rspb.2013.2493
Gambar: Sven Gould/Jan de Vries
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment