Sunday, November 24, 2013

Kesenjangan H. sapiens dan H. neanderthalensis

Penelitian - Hominin leluhur umum Homo sapiens dan Homo neanderthalensis tidak dikenal. Pencarian nenek moyang tunggal yang menghubungkan manusia modern dengan Neanderthal di Eropa sangat penting. Tapi laporan baru tetap jalan buntu.

Metode kuantitatif bentuk gigi tidak menunjukkan tersangka sesuai profil tunggal nenek moyang Homo sapiens dan Homo neanderthalensis. Garis-garis klan Neanderthal dan manusia modern menyimpang hampir 1 juta tahun lalu yang justru menciptakan seksenjangan bukti molekuler.

"Kami meminta perhatian perbedaan waktu antara perkiraan molekul dan paleontologi. Perbedaan ini tidak dapat diabaikan, tetapi entah bagaimana harus berdamai," kata Aida Gómez-Robles, antropolog George Washington University.

Gómez-Robles menyelidiki fosil 1.200 molar dan premolar 13 spesies hominin mengunakan analisis morfometrik dan statistik filogenetik untuk merekonstruksi morfologi gigi leluhur terakhir Neanderthal dan manusia modern termasuk Homo heidelbergensis, Homo erectus dan Homo antecessor.

"Tak satu pun spesies yang sebelumnya diusulkan sebagai nenek moyang terakhir Neanderthal dan manusia modern memiliki morfologi gigi yang sepenuhnya kompatibel dengan morfologi leluhur ini," kata Gómez-Robles.

Leluhur potensial di Eropa secara morfologis lebih dekat dengan Neanderthal daripada Homo sapiens. Garis mengarah ke Neanderthal muncul sekitar 1 juta tahun lalu dan perbedaan manusia jauh lebih awal dari perkirakan sebelumnya yang menempatkan perbedaan 350.000 tahun.

"Laporan ini memberitahu kita bahwa masih ada hominin lain menunggu. Fosil 1 juta tahun lalu di Afrika layak dicermati sedekat mungkin kepada Neanderthal dan manusia modern," kata David Polly, geolog Indiana University di Bloomington.
No known hominin species matches the expected dental morphology of the last common ancestor of Neanderthals and modern humans

Aida Gómez-Robles1,2 et al.
  1. Department of Anthropology, The George Washington University, Washington, DC 20052
  2. Konrad Lorenz Institute for Evolution and Cognition Research, A-3422 Altenberg, Austria
Proceedings of the National Academy of Sciences, October 21, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1302653110

Gambar: Aida Gómez-Robles
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment