Skip to main content

Hippocampus zosterae Menyadap Acartia tonsa

LaporanPenelitian.com - Penyamaran kepala kuda laut menyelinap serangan. Bentuk membuat turbulensi penyadapan mangsa. Kepala tipis Kuda Laut Kerdil (Hippocampus zosterae) menyelinap sangat dekat tanpa disadari copepoda Acartia tonsa.

Jika ada pemberitahuan 2-3 milidetik sebelumnya, krustasea kecil copepoda Acartia tonsa akan bergeser jauh. Tapi entah bagaimana Kuda Laut Kerdil (Hippocampus zosterae) harus memiliki selisih waktu lebih cepat sekitar 1 milimeter jika ingin makan mangsa.

Kecepatan adalah salah satu kunci sukses di alam, pencitraan video mengungkap trik kuda laut. Kepala mendekati mangsa, zona air di atas bagian depan ujung moncong tetap tenang. Mungkin bodohnya copepoda yang mengandalkan deru rambut antena di depan predator.

Ironisnya, Hippocampus zosterae adalah ikan paling lambat berenang, namun mereka dapat santapan. Copepoda dapat melepaskan diri dari bahaya sekitar 500 kali panjang tubuh per detik, jauh lebih cepat dari cheetah yang bergerak 20 sampai 30 panjang tubuh per detik.

"Mereka salah satu seniman di planet ini," kata Brad Gemmell, oceanografer University of Texas di Austin.

Kuda laut dan Copepoda terlibat dalam perlombaan senjata evolusioner, tapi taktik pendekatan kuda laut lebih canggih dibanding radar Copepoda ketika menghindari bahaya. Moncong pendek perlu untuk lebih dekat dengan mangsa sebelum serangan dilancarkan.

Hippocampus zosterae dan Acartia tonsa hidup di padang lamun bergelombang sepanjang bagian bawah Teluk Meksiko dan Laut Karibia. Rumput laut meredam turbulensi air sehingga copepoda dengan mudah memilih anomali jika air bergegas.

Ikan selain kuda laut berhasil menangkap krustasea gugup hanya 1 dari 3 serangan. Namun, Kuda Laut Kerdil dalam jangkauan mencolok berhasil 94 persen dari waktu. Gemmell dan rekan menggunakan pencitraan holografi 3D berdasarkan sinar laser daya rendah.

"Setelah kuda laut berada dalam jangkauan, copepoda tidak memiliki kesempatan," kata Gemmell.




Brad J. Gemmell (Marine Science Institute, University of Texas at Austin, 750 Channel View Dr, Port Aransas, Texas 78373, USA) et al. Morphology of seahorse head hydrodynamically aids in capture of evasive prey. Nature Communications, 26 November 2013, DOI:10.1038/ncomms3840
Gambar: Stickpen via Wikimedia Commons
Video: Brad J. Gemmell et al., DOI:10.1038/ncomms3840

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…