Friday, November 1, 2013

Gen Bahasa FOXP2 Melalui Peran Gen SRPX2

Laporan Penelitian - Jalur gen bahasa memiliki mitra gen lain. Tim Johns Hopkins melaporkan gen yang terlibat dalam bicara dan epilepsi juga diperlukan untuk vokalisasi dan pembentukan sinapsis.

Beberapa gen terlibat dalam bahasa manusia yaitu FOXP2, gen pertama yang terkait dengan gangguan bahasa. Kemudian gen ini juga terlibat dalam evolusi suara manusia. Anak lebih banyak memiliki protein FOXP2 memiliki kemampuan bicara sebelum waktunya.

Sampai tahun 2001, para ilmuwan tidak yakin bagaimana gen mempengaruhi bahasa. Kemudian Simon Fisher, neurogenetikawan Max Planck Institute for Psycholinguistics di Nijmegen, Belanda, dan rekan meraba FOXP2 sebagai pelakunya.

Beberapa tahun kemudian, peneliti lain menunjukkan gen FOXP2 pada manusia dan simpanse hanya berbeda 2 basis huruf make up DNA. Perbedaan kecil tapi memiliki pengaruh besar pada kinerja FOXP2 sehingga panggilan berubah menjadi karunia manusia dengan kemampuan berpidato.

Pada tahun 2009, sebuah tim menempatkan gen versi manusia pada tikus dan menyebabkan tikus menghasilkan panggilan alarm semakin meningkat dan kompleks. Mutasi ini mungkin terlibat dalam evolusi bicara menjadi lebih kompleks.

Tapi bagaimana FOXP2 bekerja tetap misteri. Sekarang, tim neusosaintis menemukan mitra molekul yang membantu FOXP2 memberi efek. FOXP2 mengontrol aktivitas gen disebut SRPX2 yang membantu beberapa sel saraf otak terkoneksi ke sel saraf lainnya.

Dengan mendirikan SRPX2, peneliti dapat mencari cacat salinan atau proses belajar berbicara. Richard Huganir, neurobiolog Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore, Maryland, dan rekan mulai mencoba untuk memecahkan misteri ini.

Huganir menguji 400 protein untuk melihat apakah membantu atau menghambat perkembangan sinapsis yang memungkinkan sel saraf berkomunikasi satu sama lain. Sebuah neuron tunggal dapat memiliki hingga 10.000 sinapsis atau koneksi neuron satu sama lain.

Dari 10 protein yang diidentifikasi, gen SRPX2 paling dominan dimana peneliti lain telah mengkaitkan defisit gen ini dengan epilepsi dan masalah bahasa. SRPX2 juga meningkatkan jumlah koneksi rangsang di bagian otak. Keseimbangan yang tepat diperlukan untuk vokalisasi kompleks.

"Laporan ini menunjukkan FOXP2 yang mempengaruhi pembentukan sinapse melalui SRPX2. Ini target gen pertama FOXP2 yang memiliki fungsi jelas dengan fungsi saraf," kata Svante Pääbo, paleogenetikawan Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman.

Huganir mengatakan timnya masih tidak tahu apakah FOXP2 mempengaruhi sel-sel saraf yang berhubungan dengan pengolahan bahasa atau sel saraf yang mengontrol otot-otot yang terlibat dalam berbicara. Namun link ke synapse melalui SRPX2.

"Link ini petunjuk penting bagaimana FOXP2 mengatur perkembangan bahasa," kata Huganir.
G. M. Sia (Howard Hughes Medical Institute, Johns Hopkins University School of Medicine, 725 North Wolfe Street, Baltimore, MD 21205, USA; Department of Neuroscience, Johns Hopkins University School of Medicine, 725 North Wolfe Street, Baltimore, MD 21205, USA) et al. The Human Language-Associated Gene SRPX2 Regulates Synapse Formation and Vocalization in Mice. Science, October 31 2013, DOI:10.1126/science.1245079
Gambar: Yoichi Araki
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment