Monday, November 18, 2013

Evolusibilitas Bakteri Lyme Borrelia burgdorferi

Penelitian - Bakteri Lyme Borrelia burgdorferi menunjukkan evolusibilitas adalah daya evolusi. Seleksi alam mendukung mereka yang memiliki kapasitas lebih besar untuk menghasilkan variasi genetik. Master gambler sukses dengan tangan lengan yang kompatibel dengan kartu.

Begitu juga beberapa bakteri. Kapasitas variabilitas genetik membantu mereka berevolusi dan beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dengan cepat. Borrelia burgdorferi, bakteri yang menyebabkan Penyakit Lyme, menunjukkan kapasitas berkembang merupakan target seleksi alam.

"Ada data lain yang menunjukkan bahwa seleksi adalah evolvability, tapi ini contoh pertama," kata Dustin Brisson, bioevolusionis di University of Pennsylvania di Philadelphia.

Bakteri B. burgfdorferi membuat infeksi kronis bahkan ketika host memiliki respon imun kuat dengan melakukan trik canggih yaitu mengutak-atik bentuk dan ekspresi antigen di permukaan disebut dengan VIsE. Mereka merencanakan masa depan.

Serangkaian sekuens genetik terpendam restart kemudian melakukan rekombinasi kembali sebagai “cassettes” dengan gen VIsE yang mengubah produksi protein sedemikian rupa sehingga lolos deteksi oleh sistem kekebalan tubuh host.

Para peneliti mempelajari evolusi molekuler sekuen genetik cassettes di 12 strain B. burgdorferi. Seleksi alam tampaknya mendukung bakteri dengan keragaman genetik lainnya dan karenanya kapasitas yang lebih besar untuk menghasilkan versi antigen yang berbeda.

"Keragaman lebih besar di antara cassettes itu sendiri tidak harus menjadi keuntungan selektif mengingat mereka tidak terungkap dan tidak melakukan apa-apa lagi. Tapi kami menemukan bukti seleksi,” kata Brisson.

Brisson dan rekan juga memeriksa sampel strain B. burgdorferi yang dibekukan pada 1990-an setelah menginfeksi tikus eksperimental. Ketika sampel dibuka kembali bahwa perubahan sekuen genetik cassettes lebih banyak tidur daripada perubahan di bagian lain genom.

Organisme cenderung berurusan dengan lingkungan di masa depan, tetapi bagaimana hal ini mungkin terjadi tidak begitu jelas. Brisson menunjukkan dengan jelas bahwa seleksi alam dapat mebuat tipe evolusi yang memiliki kapasitas lebih besar untuk merespon lingkungan di masa depan.
Natural Selection Promotes Antigenic Evolvability

Christopher J. Graves1 et al.
  1. University of Pennsylvania, Philadelphia, Pennsylvania, United States of America
PLoS Pathogens, November 14, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.ppat.1003766

Gambar: CDC
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment