Skip to main content

Crustacea Beracun Speleonectes tulumensis

Laporan Penelitian - Crustacea berbisa pertama kali ditemukan. Hewan gua Karibia menggunakan neurotoxin untuk membunuh mangsa dan mencernanya sebelum dimakan, Speleonectes tulumensis.

Meksiko dan Amerika Tengah adalah kolam renang permukaan sistem gua bawah tanah. Suku Maya kuno menyebut lorong menuju neraka. Kita sering mendengar penyelam gua mati dalam kondisi misterius. Jika remipedes bertanggung jawab, mungkin Suku Maya benar adanya.

Biolog menemukan air juga rumah makhluk misterius dunia nyata. Krustasea berbisa pertama diketahui dunia sains. Speleonectes tulumensis adalah remipedes, keluarga krustasea pertama kali dijelaskan pada tahun 1981. Kecil, pucat dan buta. Sulit dijangkau karena habitat di jaring gua labirin.

Meski demikian Björn von Reumont dan Ronald Jenner, biolog Natural History Museum di London, menemukan kerangka remipedes dari dalam perut udang, mungkin habis mamangsa. Pada tahun 2007 peneliti menemukan struktur cakar depan menyerupai jarum suntik.

Reumont dan Jenner menemukan reservoir melekat pada struktur jarum dikelilingi otot pemompa cairan. Selain itu, kelenjar di pusat tubuh remipede memproduksi racun dan tersambung ke reservoir.

Racun krustasea dari peptidases, enzim yang memiliki peran pencernaan yang juga ditemukan dalam racun ular ketika mencerna mangsa. Racun krustasea juga mengandung racun hampir identik dengan racun saraf kelumpuhan yang pertama kali dijelaskan pada laba-laba di tahun 2010.

"Neurotoxin menghentikan mangsanya agar tidak menjauh dan peptidases memungkinkan remipedes meneguk mangsa seperti milkshake," kata Jenner.

Meskipun racun umum pada arthropoda seperti laba-laba, kalajengking, kelabang dan tawon, laporan sebelumnya tidak pernah menyebut di salah satu dari 70.000 krustasea, subkelompok arthropoda yang mencakup udang dan kepiting. Mengapa begitu langka pada subkelompok ini tetap pertanyaan terbuka.

Jenner menduga diet krustasea jauh lebih bervariasi dibanding predator berbisa lainnya. Sebagai filter feeder mahir dan pemulung, krustasea mungkin tidak mengalami tekanan yang sama seperti arthropoda lainnya untuk mengembangkan senjata racun predator.
The first venomous crustacean revealed by transcriptomics and functional morphology: remipede venom glands express a unique toxin cocktail dominated by enzymes and a neurotoxin

Björn M. von Reumont1 et al.
  1. Department of Life Sciences, The Natural History Museum, Cromwell Road, London SW7 5BD, United Kingdom
Molecular Biology and Evolution, October 16, 2013

Akses : DOI:10.1093/molbev/mst199

Gambar: Björn von Reumont/Natural History Museum

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…