Friday, November 29, 2013

Bakteri Membangun Genom dari DNA Sampah

LaporanPenelitian.com - Bakteri mendaur ulang gen dari tumpukan sampah DNA. Sampah satu orang adalah harta orang lainnya yang mengambil makna baru dimana peneliti menunjukkan bakteri menggunakan kembali potongan-potongan barang seken, termasuk segmen 43.000 tahun woolly mammoth.

Meskipun judi Rolet Rusia, bakteri dapat mengais untai pendek DNA yang mungkin memainkan peran dalam evolusi genom, DNA juga bisa menghancurkan host. Implikasi penting tentang resistensi antibiotik dan persepsi tentang evolusi kehidupan.

"Asumsi sejauh ini fragmen pendek DNA biologis aktif. Asumsi ini salah. Selama Anda memiliki sejumlah kecil DNA maka ada kemungkinan bakteri dapat kembali menggunakannya," kata Soren Overballe-Petersen, genetikawan Centre for GeoGenetics di Natural History Museum of Denmark.

Transfer gen faktor penentu evolusi awal kehidupan yang menyarankan bagaimana bakteri pertama bertukar DNA. Ini bukan mekanisme yang berkembang untuk tujuan tertentu melainkan proses umum sebagai konsekuensi hidup dan mati.

Bentuk alami transfer genetik melibatkan pengambilan sel-sel gratis DNA dari lingkungan dan mengintegrasikannya ke dalam genom mereka sendiri. Untuk menguji teori, Overballe-Petersen dan rekan menghapus 2 gen bakteri Acinetobacter baylyi dalam sajian DNA panjang 20 sampai 50.000 base pairs.

Potongan-potongan DNA sekecil 20 base pairs memiliki potensi mengubah bakteri. Selanjutnya kualitas potongan-potongan DNA tidak berdampak terhadap frekuensi transformasi meskipun DNA rusak. Overballe-Petersen juga menunjukkan bakteri mengintegrasikan DNA dari tulang mammoth berdating 43.000 tahun.

"DNA yang rusak juga dapat membuat kombinasi baru dari sekuen fungsional. Sekelompok bakteri mengaduk-aduk tumpukan sampah. Kadang-kadang mereka menggunakan segera. Pada waktu lain memotong diri. Ini berjalan 2 arah," kata Eske Willerslev dari Centre for GeoGenetics.

Perkiraan di lingkungan sungai saja terpapar molekul DNA sekitar 859 hingga 14.500 ton sampah DNA setiap tahun. Dalam beberapa kasus manajemen rumah sakit harus mulai mempertimbangkan cara untuk menghilangkan sisa-sisa DNA dalam pencegahan resistensi antibiotik.
Bacterial natural transformation by highly fragmented and damaged DNA

Søren Overballe-Petersen1,2 et al.
  1. Centre for GeoGenetics
  2. Nordic Center for Earth Evolution, University of Copenhagen, 1350 Copenhagen K, Denmark
Proceedings of the National Academy of Sciences, November 18, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1315278110

Gambar: Flying Puffin via Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment