Wednesday, November 6, 2013

Awan Smith Cloud Menabrak Galaksi Bima Sakti

Laporan Penelitian - Awan raksasa diharapkan akan bertabrakan dengan Galaksi Bima Sakti. Magnetosasi Smith Cloud, pita raksasa gas hidrogen dijadwalkan terjun ke galaksi kita dalam waktu kurang dari 30 juta tahun.

Ditemukan pada tahun 1963 oleh astronom Belanda Gail Bieger, Smith Cloud satu dari ribuan awan terbang berkecepatan tinggi di pinggiran Galaksi Bima Sakti. Awan setidaknya 2 juta kali massa Matahari. Jika dilihat dengan mata telanjang terlihat 20 kali lebih lebar bulan purnama.

"Awan seperti ini cukup sebagai bahan bakar bagi Galaxy kita membuat bintang baru. Tapi mereka harus berpegang bersama atau hancur ketika menabrak bagian luar Galaxy disebut Halo," kata Alex Hill, astronom Australia’s Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.


Ini sangat keren. Awan gila-gilaan menyapu perjalanan dengan kecepatan 130 km per detik, awan ini hanya 8.000 tahun cahaya dari disk Galaxy. Smith Cloud memiliki pelindung medan magnet yang membuatnya tetap kempal menyatu dengan cara yang sama medan magnet Bumi melindungi diri dari angin Matahari.

Para astronom berpikir asal-usul beberapa awan berasal dari gelembung gas Buma Sakti. Beberapa gas primordial yang dicabik-cabik gravitasi galaksi kecil tetangga. Smith Cloud mungkin kondensasi gas semi-primordial dari Halo Bima Sakti atau gas dilucuti dari galaksi lain.

Termuan ini juga diharapkan bisa membantu menjelaskan bagaimana awan berkecepatan tinggi sebagian besar tetap utuh selama proses merger dengan disk galaksi lain di mana mereka menyediakan bahan bakar segar untuk munculnya generasi bintang baru.
Magnetized Gas in the Smith High Velocity Cloud

Alex S. Hill, S. A. Mao, Robert A. Benjamin, Felix J. Lockman, Naomi M. McClure-Griffiths

arXiv (last revised 11 Sep 2013)

Akses : arXiv:1309.2553v2

Gambar: Bill Saxton/NRAO/AUI/NSF
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment