Monday, October 28, 2013

Tes Kuantum Tampak Waktu Muncul dari Belitan

Laporan Penelitian - Waktu adalah ilusi, setidaknya dari model permainan alam semesta terbuat dari 2 partikel cahaya sebab waktu berlalu dapat muncul dari properti aneh belitan kuantum.

Laporan baru dapat membantu memecahkan masalah lama bagaimana menyatukan fisika modern. Fisikawan memiliki 2 cara untuk mendeskripsi realitas, mekanika kuantum untuk dunia kecil partikel dan relativitas umum untuk dunia besar dari planet hingga lubang hitam.

Tapi 2 teori tidak akur. Upaya menggabungkan persamaan menjadi sebuah teori tunggal menghasilkan jawaban yang tampaknya tidak masuk akal. Salah satu usaha awal pada tahun 1960 adalah persamaan Wheeler-DeWitt yang berhasil mengkuantisasi relativitas umum.

"Ini berarti alam semesta tidak harus berkembang. Tapi tentu saja kita melihat evolusi," kata Marco Genovese, fisikawan National Institute of Metrological Research di Torino.

Pada tahun 1983 teori Don Page dan William Wootters menyarankan belitan kuantum mungkin memberi solusi untuk masalah waktu Wheeler-DeWitt. Ketika objek kuantum terjerat dengan mengukur sifat salah satu perubahan sifat yang lain.

Secara matematis Page dan Wootters menunjukkan bahwa waktu yang dijerat seluruh alam semesta akan muncul jika dilihat oleh pengamat di dalam alam semesta tersebut. Tetapi jika pengamat hipotetik ada di luar alam semesta maka semuanya akan tampak diam.

Sekarang Genovese dan rekan menunjukkan efek ini, meskipun di alam semesta yang berisi hanya 2 foton . Mereka mengirimkan sepasang foton terjerat di sepanjang dua jalur terpisah. Foton mulai terpolarisasi horisontal maupun vertikal dan lulus dalam serangkaian detektor.

Foton terjerat dalam kondisi superposisi horisontal dan vertikal secara bersamaan sampai diamati. Karena belitan, waktu mempengaruhi nilai polarisasi foton kedua. Polarisasi foton kedua bervariasi. Dari sudut pandang ini, keadaan kedua foton selalu sama, memberi tampilan alam semesta statis.

"Ini sangat bagus, mereka melakukan eksperimen untuk mendeskripsi efek ini dan menunjukkan bagaimana dalam prakteknya dapat terjadi," kata Page.

Tapi tidak semua orang berpikir persamaan Wheeler-DeWitt adalah rute penaciran yang benar untuk unifikasi dunia kuantum dan klasik meskipun setiap deskripsi yang tepat dari alam semesta harus mencakup waktu.

"Mereka memiliki verifikasi dalam konteks sistem laboratorium dimana mekanika kuantum bekerja dengan benar," kata Lee Smolin, fisikawan Perimeter Institute di Waterloo, Ontario.
Time from quantum entanglement: an experimental illustration

Ekaterina Moreva, Giorgio Brida, Marco Gramegna, Vittorio Giovannetti, Lorenzo Maccone, Marco Genovese

arXiv (Submitted on 17 Oct 2013)

Akses : arXiv:1310.4691
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment