Langsung ke konten utama

Penularan Menguap Simpanse Pan troglodytes verus

Laporan Penelitian - Sebagaimana simpanse tumbuh, begitu pula penularan menguap. Simpanse yang tumbuh dari bayi menjadi remaja di pengungsian lebih kerentanan penularan menguap manusia.

Mungkin disebabkan karena peningkatan kemampuan empati. Para ilmuwan meneliti sejauh mana dua faktor yang mempengaruhi kerentanan simpanse terhadap penularan menguap yaitu umur dan kedekatan emosional pada orang yang menguap.

Sebanyak 33 simpanse Pan troglodytes verus yatim piatu, 12 bayi usia 1-4 tahun dan 21 remaja 5-8 tahun dengan urutan sidang terdiri dari 7 sesi 5 menit. Tiap sesi, simpanse secara terpisah mengamati manusia yang sudah familiar dan manusia asing yang sedang menguap berurutan.

Menguap menular bagi simpanse remaja, sementara bayi ditemukan tidak tertular. Simpanse tampak mengembangkan kerentanan terhadap penularan menguap antar-spesies saat mereka tumbuh dari bayi menjadi remaja, mungkin karena peningkatan kemampuan perkembangan empati terhadap orang lain.

"Laporan ini mencerminkan pola perkembangan umum manusia dan hewan lainnya," kata Elainie Madsen, kognisian Centre for Cognitive Semiotics (CCS) di Lund University, Swedia.

"Menguap menular mungkin merupakan respons empati, juga dapat diartikan empati berkembang perlahan selama bertahun-tahun pertama kehidupan simpanse," kata Madsen.




Chimpanzees Show a Developmental Increase in Susceptibility to Contagious Yawning: A Test of the Effect of Ontogeny and Emotional Closeness on Yawn Contagion

Elainie Alenkær Madsen1 et al.
  1. Department of Cognitive Science, Lund University, Lund, Sweden
  2. Department of Semiotics, Centre for Languages and Literature, Lund University, Lund, Sweden
PLoS ONE, October 16, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0076266

Gambar dan video: Elainie Madsen et al., DOI:10.1371/journal.pone.0076266
YouTube: http://www.youtube.com/PenelitianTV

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…