Thursday, October 3, 2013

Musim Bunga Trias Awal

Laporan Penelitian - Fosilisasi serbuk sari biji-bijian di Swiss utara memberi bukti tumbuhan berbunga menghias musim semi Trias awal 252 hingga 247 juta tahun lalu atau bahkan sebelumnya.

Mungkinkah dinosaurus awal dan leluhur buaya Triassic berhenti lalu mencium bunga? Meskipun masih dalam perdebatan, 6 fosil serbuk sari yang ditemukan dalam lumpur di Swiss utara menyarankan hal tersebut mungkin.

Penampilan bunga awal, tanaman berbuah yang dikenal sebagai angiosperma masih dalam perdebatan. Banyak perkiraan menempatkan asal-usul di awal periode Cretaceous sekitar 140 juta tahun lalu, tetapi ada klaim kontroversial bungga muncul lebih tua.


Laporan baru menganalisis sampel yang terjebak dalam core berlumpur sedalam 900 meter berdating sekitar 240 juta tahun dan menanggung fitur kunci fosil angiosperma. Mikroskop laser mengungkap struktur 3D, obyek kecil dengan dinding luar berlubang dan alur tunggal mengingatkan leluhur angiosperma.

Serbuk sari mungkin berasal dari kerabat paling dekat silsilah pohon batang. Benih primitif telah berkembang pada nenek moyang konifer dan kerabat mereka. Angiosperma berbunga hari ini membentuk lebih banyak benih terlindung dalam ovarium yang masak menjadi buah.
Angiosperm-like pollen and Afropollis from the Middle Triassic (Anisian) of the Germanic Basin (Northern Switzerland)

Peter A. Hochuli1 and Susanne Feist-Burkhardt2
  1. Palaeontological Institute and Museum, University of Zürich, Zürich, Switzerland
  2. Dr. Susanne Feist-Burkhardt Geological Consulting & Services, Ober-Ramstadt, Germany
Frontiers in Plant Science

Akses : DOI:10.3389/fpls.2013.00344

Gambar: Peter A. Hochuli and Susanne Feist-Burkhardt
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment