Friday, October 18, 2013

Multi Planet Mengorbit Miring Bintang Kepler-56

Laporan Penelitian - Kepler menemukan sistem tata bintang miring. Pengamatan NASA Kepler menunjukkan 2 planet yang mengelilingi sebuah bintang pada sudut 45 derajat.

Planet-planet di Tata Surya, Bumi terbentuk dari piringan pipih gas dan debu berputar di sekitar ekuator Matahari, sehingga semua start dari bidang yang sama. Orbit Bumi membentuk sudut hanya 7,2 derajat dengan bidang ekuator Matahari. Tapi perburuan exoplanet selalu memberi kejutan.

Lima tahun lalu, astronom terkejut menemukan sebuah planet mengorbit pada sudut curam terhadap ekuator bintang host. Beberapa planet bahkan berjalan mundur, mengorbit dalam arah berlawanan dengan rotasi bintang. Exoplanet hot Jupiter, WASP-79B, miring pada sudut sekitar 106 derajat.

Tapi tidak ada yang pernah melihat sistem bintang dengan misaligned multi planet hingga kini. Sekarang temuan NASA Kepler memberi jendela wawasan tentang bagaimana beberapa planet datang pertama kali mengorbit bintang pada jalur tidak sejajar khatulistiwa.

Daniel Huber, astronom NASA Ames Research Center di Moffett Field, California, dan rekan memandang Kepler-56, bintang kira-kira 860 parsecs (2.800 tahun cahaya) dari Bumi. Kepler mendeteksi ketika planet-planet memblokir cahaya bintang sehingga lahan orbit berorientasi pada baris saling berhadapan.

Kepler-56 adalah bintang raksasa 4 kali Matahari dan memancarkan cahaya 9 kali lebih banyak. Kepler menangkap variasi cahaya yang timbul dari vibrasi bintang dan terlihat berbeda tergantung pada apakah bintang tersebut dilihat di khatulistiwa, kutup atau di antaranya.

Bidang ekuator miring 45 derajat ke orbit planet. Untuk mengetahui penyebab memiringkan, Huber dan rekan mengukur kecepatan ruang Kepler-56 menggunakan teleskop Keck I/10 meter di Mauna Kea Hawaii.

"Ini adalah kejutan besar. Terungkap pelakunya," kata Huber.

Objek jauh memberi tarikan gravitasi yang membuat penundaaan gerakan bintang dan orbit miring planet. Meskipun kemiringan besar, orbit planet tetap selaras satu sama karena berada dalam resonansi. Satu planet mengambil 2 kali evolusi untuk mengelilingi bintang, sehingga secara berkala gravitasi menyenggol satu sama lain.

"Tarikan berlangsung terus menerus pada orbit yang lebih kecil, menarik mereka ke dalam orbit miring," kata Steve Kawaler, astronom Iowa State University dan kepala Kepler Asteroseismic Investigation.
Daniel Huber (NASA Ames Research Center, MS 244-30, Moffett Field, CA 94035, USA) et al. Stellar Spin-Orbit Misalignment in a Multiplanet System. Science, 18 October 2013: Vol.342 no.6156 pp.331-334, DOI:10.1126/science.1242066
Gambar: Daniel Huber/NASA's Ames Research Center
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment