Wednesday, October 30, 2013

Majelis Umum PBB Setuju Menghadang Asteroid

Laporan Penelitian - PBB mendirikan penjaga perdamaian asteroid untuk menjaga peradaban Bumi. Majelis Umum PBB pekan lalu sepakat membentuk International Asteroid Warning Network (IAWN).

Majelis Umum PBB menyetujui langkah-langkah untuk mengkoordinasikan deteksi dan respon terhadap serangan asteroid pada tingkat kota yang mungkin menghancurkan peradaban manusia. Secara khusus IAWN terdiri dari ilmuwan, observatorium dan lembaga ruang.

PBB juga akan mendirikan tim penasehat untuk upaya pemantauan asteroid yang menuju Bumi, pilihan terbaik, biaya dan teknologi yang dibutuhkan. Majelis Umum juga sepakat Komite Ruang Angkasa PBB memantau dan merencanakan defleksi jika perlu.

Langkah tersebut sebagian didasarkan pada rekomendasi Association of Space Explorers (ASE) yaitu masyarakat profesional astronot dan kosmonot. Kelompok yang terdiri seluruhnya dari orang-orang yang pernah terbang ke ruang angkasa ketika menyampaikan pertama kali kepada PBB pada tahun 2009.

Rusty Schweickart, astronaut Apollo 9, berbicara dalam konferensi pers pekan lalu bahwa keputusan harus ditangani badan internasional. Sampai sekarang satu-satunya cara untuk membelokkan asteroid adalah deteksi 10-15 tahun ke muka, kemudian mengubah orbit sehingga terbelok dari Bumi.

"Seratus tahun yang lalu, jika Bumi terkena asteroid, nasib buruk," kata Ed Lu, astronaut yang menghabiskan 7 bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan sekarang kepala eksekutif B612 foundation.

"Jika 20 tahun dari sekarang kita mendapatkan hit lagi, itu bukan nasib buruk, tapi kebodohan," kata Lu.

Pada bulan Februari, meteor meledak 17.000 kilometer di atas Chelyabinsk, Rusia. NASA dan badan ruang angkasa lain tidak berdaya menghentikan batu sebesar 150 meter yang menghancurkan 650.000 meter persegi. Lebih dari 1.000 orang terluka oleh pecahan kaca.




Video: American Museum of Natural History
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment