Thursday, October 31, 2013

LUX Tidak Temukan Tanda-Tanda Materi Gelap

Laporan Penelitian - Tidak ada tanda-tanda materi gelap. Sebuah tim yang mengklaim telah membangun detektor materi gelap paling sensitif di dunia menyelesaikan data tanpa melihat tanda-tanda.

Substansi materi gelap mengisi 85 persen alam semesta yang sulit dipahami sekarang semakin lebih misterius, detektor supersensitif datang dengan tangan kosong. Tim Large Underground Xenon (LUX) mengumumkan dalam sebuah konferensi pers 30 Oktober.

Materi gelap begitu menggoda. Materi hipotetik yang menembus alam semesta karena pengaruh gravitasi galaksi jauh, tetapi para ilmuwan tidak bisa melihat dan tidak tahu terbuat dari apa. Fisikawan teoritis mengusulkan materi gelap datang dalam bentuk WIMPs (Weakly Interacting Massive Particles).

Detektor LUX dipasang dalam bekas tambang emas di kedalaman 1.480 meter bawah tanah. Eksperimen terdiri dari tangki titanium berisi xenon gas dan cair. WIMP jarang berinteraksi dengan materi biasa, tapi diharapkan memukul inti atom xenon yang menyebabkan 2 kilatan cahaya berbeda.

"Kami benar-benar tidak menemukan aktivitas yang konsisten materi gelap," kata Rick Gaitskell, fisikawan Brown University di Providence, Rhode Island, dan juru bicara LUX.

Pengambilan data selama 110 hari, LUX mencatat 84 juta deteksi potensial. Namun setelah analisis statistik, tim LUX menyimpulkan tidak ada sinyal yang meyakinkan disebabkan oleh WIMPs. Laporan memiliki implikasi untuk mengevaluasi hasil eksperimen lain.

Pada bulan April lalu, tim Cryogenic Dark Matter Search (CDMS) di bekas tambang Soudan, Minnesota, mengumumkan kemungkinan deteksi 3 sinyal WIMPs masing-masing massa 10 kali proton. Jika massa benar, LUX seharusnya mendeteksi lebih dari 1.500 WIMP karena 20 kali lebih sensitif.

Hasil nihil yang didapat tim LUX juga bentrok dengan tim Coherent Germanium Neutrino Technology (CoGeNT), juga di lokasi Soudan, dan tim DAMA/LIBRA di dekat L'Aquila, Italia. Gaitskell mengatakan bahwa tim lain mungkin tertipu oleh fluktuasi statistik.
D.S. Akerib et al. First results from the LUX dark matter experiment at the Sanford Underground Research Facility, October 30, 2013
Gambar: luxdarkmatter
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment