Saturday, October 5, 2013

LP 876-10 Jadi Fomalhaut C

Laporan Penelitian - Bintang ketiga dikonfirmasi di sistem bintang Fomalhaut. Sistem bintang terluas yang relatif dekat Bumi, Fomalhaut, mengandung lebih banyak bintang.

Astronom menunjukkan bintang katai merah LP 876-10 adalah bagian dari sistem Fomalhaut. Bintang terang yang terlihat di langit malam terletak di konstelasi Piscis Austrinus sekitar 25 tahun cahaya dari Bumi dengan massa 2 kali Matahari dan 20 kali lebih terang.

Pertama kali diusulkan tahun 1890, tapi Fomalhaut tetap teka-teki. Isaac Asimov menulis Fomalhaut dalam novel fiksi ilmiah sebagai mulut hiu. Namun baru-baru ini menegaskan Fomalhaut adalah bintang biner yaitu Fomalhaut A dan B yang mengorbit satu sama lain. Sekarang tidak lagi.

"Saya melihat bintang ketiga beberapa tahun lalu ketika sedang mengamati gerakan bintang di sekitar Fomalhaut untuk studi lain," kata Eric Mamajek, astrofisikawan University of Rochester.

"Namun saya perlu mengumpulkan lebih banyak data dan tim dengan pengamatan berbeda untuk menguji apakah properti bintang itu konsisten sebagai anggota ketiga sistem Fomalhaut," kata Mamajek.

Dengan hati-hati pengukuran astrometrik dan spektroskopi, para astronom mengukur jarak dan kecepatan bintang ketiga. Katai merah B LP 876-10 adalah bagian dari sistem Fomalhaut, sehingga Fomalhaut C.

"Fomalhaut C terlihat cukup jauh terpisah dari bintang yang besar dan terang Fomalhaut A ketika Anda melihat ke langit, " kata Mamajek.

Dari sudut pandang planet hipotetis yang mengorbit Fomalhaut C, Fomalhaut A muncul jadi bintang putih cemerlang 9 kali lebih terang dari Sirius, mirip kecerahan aktual khas planet Venus. Usia trio Fomalhaut sekitar 440 juta tahun.

"Sistem Fomalhaut sekilas nampak sebuah bintang raksasa, sekitar 2 kali massa Matahari, sehingga tarikan gravitasi cukup untuk menjaga bintang kecil terikat meskipun memiliki jarak 158.000 kali lebih jauh dibanding jarak Bumi-Matahari," kata Mamajek.
The Solar Neighborhood XXX: Fomalhaut C

Eric E. Mamajek et.al.

arXiv (Submitted on 2 Oct 2013)

Akses : arXiv:1310.0764

Gambar: Atas - NASA, ESA; P. Kalas and J. Graham (UC Berkeley) and M. Clampin (NASA/GSFC); Bawah - Eric Mamajek (University of Rochester) et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment