Wednesday, October 2, 2013

Letusan Vulkanik Gunung Samalas

Laporan Penelitian - Letusan meludahkan belerang ke stratosfer membentuk kabut yang menutup sinar Matahari. Gunung Samalas di Indonesia mungkin pemicu Little Ice Age

Pada tahun 1257, sebuah gunung berapi meletus di suatu tempat, meniup mantra dingin selama berabad-abad dikenal sebagai Little Ice Age. Musim panas jadi dingin, hujan tiada henti dan banjir, Kanal Belanda dan Sungai Thames London beku, gagal panen terbesar di era medieval.


Tapi menemukan sumber vulkanik menjadi masalah rumit dan teka-teki selama beberapa dekade. Ada banyak kandidat letusan di tahun 1257 yaitu Okataina di Selandia Baru, El Chichon di Meksiko, Quilotoa di Ekuador dan Samalas di Indonesia.

Menurut Babad Lombok yang ditulis di daun palem dalam Jawa Kuno, Samalas meletus sebelum akhir abad ke-13, menghancurkan desa termasuk ibukota Lombok yaitu Pamatan. Abu, gas dan batuan panas bergerak cepat menyapu sebagai aliran piroklastik.

Sekarang sebuah tim menggunakan data geokimia, stratigrafi dan catatan historis menunjuk Gunung Samalas, bagian dari Kompleks Vulkanik Rinjani di Pulau Lombok. Surono, geolog Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, dan rekan merekonstruksi kaldera sedalam 800 meter.

Volume abu terangkat hingga 43 kilometer di atas permukaan laut. Penggalian core es di kutub tersimpan deposit belerang terbesar dalam kurun 7.000 tahun terakhir. Mereka memeriksa 130 tingkapan di sisi-sisi gunung, urutan abu yang mengeras menjadi batu dan material piroklastik lainnya.

Letusan setidaknya 7 volcanic explosivity index yang memiliki skala 1 sampai 8, salah satu letusan terbesar Holocene. Skala yang sama dengan letusan Tambora tahun 1815 dan lebih kuat dibanding Krakatau tahun 1883.

"Ada kemungkinan sebuah kota kuno terkubur abu dan deposit batu gunung Samalas," kata Clive Oppenheimer, geolog University of Cambridge di Inggris.
Source of the great A.D. 1257 mystery eruption unveiled, Samalas volcano, Rinjani Volcanic Complex, Indonesia

Franck Lavigne1 et.al.
  1. Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Département de Géographie, and Laboratoire de Géographie Physique, Centre National de la Recherche Scientifique, Unité Mixte de Recherche 8591, 92195 Meudon, France
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 30, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1307520110

Gambar: Franck Lavigne et al., DOI:10.1073/pnas.1307520110
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment