Wednesday, October 23, 2013

Lensa Gravitasi J1000+0221 dari 9,4 Miliar Tahun

Laporan Penelitian - Gravitational lens paling jauh ditemukan. Para astronom menggunakan NASA Hubble Space Telescope menemukan apa yang mereka sebut sebagai lensa gravitasi terjauh.

Gravitasi mempengaruhi cahaya, ketika cahaya melewati galaksi jauh maka gravitasi akan membelokkannya. Sejak temuan pertama pada tahun 1979, berbagai lensa gravitasi telah ditemukan. Fenomena ini sangat penting.

Selain menyediakan tes Teori Relativitas Umum Einstein, objek-objek terbukti menjadi alat yang berharga, memperbesar sumber cahaya latar belakang, bertindak sebagai teleskop alami yang memungkinkan astronom melihat lebih rinci galaksi jauh.

Gravitational lens terdiri dari dua bagian. Pertama adalah objek lebih jauh dan mensuplai cahaya, kedua adalah massa lensing yang berada di antara kita dan sumber cahaya jauh dan gravitasi mengalihkan cahayanya.

Sekarang, Arjen Van der Wel, astronom Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman, dan rekan menemukan lensa gravitasi quadruple yang dijuluki J1000+0221 yang paling jauh selama ini pernah dilihat sebagai lensa gravitasi.

"Temuan ini benar-benar secara kebetulan. Saya meninjau dari proyek sebelumnya ketika melihat sebuah galaksi aneh. Tampak seperti sebuah galaksi sangat muda, tapi berada pada jarak jauh lebih besar dari harapan," kata Van der Wel.

Massa lensing begitu jauh bahwa cahaya, setelah defleksi, telah melakukan perjalanan 9,4 miliar tahun untuk mencapai Bumi. Pemegang rekor sebelumnya yang ditemukan 30 tahun yang lalu kurang dari 8 miliar tahun cahaya untuk mencapai Bumi.

Tidak hanya rekor baru, objek juga melayani tujuan penting yaitu jumlah distorsi yang disebabkan oleh galaksi lensing memungkinkan pengukuran massa secara langsung. Tapi temuan juga menimbulkan teka-teki. Lensa gravitasi adalah hasil dari harmonisasi kesempatan.

Dalam hal ini alignment sangat tepat. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, obyek diperbesar adalah starbursting galaksi kerdil, sebuah galaksi relatif ringan hanya sekitar 100 juta massa Matahari, tapi sangat muda dan berproduksi pada tingkat yang sangat besar.

"Ini jadi temuan aneh dan menarik. Benar-benar kebetulan tapi memiliki potensi untuk memulai bab baru deskripsi kita tentang evolusi galaksi di alam semesta awal," Van der Wel.
Discovery of a Quadruple Lens in CANDELS with a Record Lens Redshift z=1.53

A. van der Wel et al.

arXiv (Submitted on 11 Sep 2013)

Akses : arXiv:1309.2826

Gambar: A. van der Wel et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment