Friday, October 25, 2013

Lebah Xylocopinae Korban Bersama Dinosaurus

Laporan Penelitian - Peristiwa kepunahan besar-besaran yang membuat dinosaurus terhapus di akhir Cretaceous mengklaim korban lain yaitu lebah. Satu laporan memperlemah teori meteorit.

Serangkaian acara disebut K-T (Cretaceous-Tertiary) boundary yang berakibat fatal pada kepunahan besar-besaran berbagai populasi spesies juga dialami lebah yang juga turut menyebabkan perubahan dalam evolusi spesies tanaman berbunga.

"Kami menyelidiki hubungan lebah di Afrika, Asia dan Australia. Namun, tidak seperti dinosaurus yang meninggalkan fosil berlimpah," kata Mike Schwarz biolog Flinders University di Australia.

"Lebah tidak terfosilisasi baik, sehingga kehadiran mereka dalam catatan fosil tambal sulam. Ada sejumlah besar lebah ditemukan di amber berdating 45 juta tahun, tapi tidak banyak sebelum itu," kata Schwarz.

Sebaliknya, Schwarz dan rekan menggunakan analisis filogenetik molekuler untuk menentukan hubungan evolusioner 230 spesies keluarga Xylocopinae. Lebah Xylocopine tersebar luas dalam berbagai relung ekologi Cretaceous bertepatan tanaman berbunga eudicots dalam hubungan simbiosis.

"Ada diversifikasi awal di antara keluarga, diikuti periode panjang di mana keragaman tampaknya terhenti. Lenyapnya lebah berhubungan erat dengan kepunahan dinosaurus," kata Schwarz.

Laporan Schwarz memperlemah teori penyebab kepunahan oleh meteorit. Kepunahan massal kemungkinan dipicu sejumlah peristiwa yang terjadi di sekitar waktu yang sama dan tidak dapat dikaitkan dengan insiden tunggal seperti dampak meteorit.

"Ada banyak perubahan iklim sebelum batas KT yang juga mengakibatkan kerusakan global spesies tanaman berbunga. Dan tanaman kehilangan lebah penyerbuk merupakan pukulan ganda," kata Schwarz.
First Evidence for a Massive Extinction Event Affecting Bees Close to the K-T Boundary

Michael P. Schwarz1 et al.
  1. School of Biological Sciences, Flinders University of South Australia, Adelaide, South Australia, Australia
PLoS ONE, October 23, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0076683

Gambar: Michael P. Schwarz et al., DOI:10.1371/journal.pone.0076683
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment