Langsung ke konten utama

Injeksi Supernova Ke Tata Surya

Laporan Penelitian - Gema Supernova terperangkap dalam logam meteorit. Kembang api menandai kelahiran Tata Surya dan adegan terekam dari salah satu ledakan.

Mineral tertua di Tata Surya menyimpan jejak kimia luar biasa yang menunjukkan terbentuk hanya 1 juta tahun setelah peristiwa supernova. Ledakan yang bahkan bisa menjadi salah satu pemicu kelahiran Matahari dan sistem Tata Surya.

Sebagian besar alam semesta dipenuhi unsur-unsur ringan hidrogen dan helium. Materi berat yang membentuk planet ketika ditempa bintang atau tercipta ketika meledak sebagai supernova. Tapi tidak jelas bagaimana peristiwa tersebut mempengaruhi sistem Tata Surya.

Gregory Brennecka, fisikawan Lawrence Livermore National Laboratory di California, dan rekan melihat ke dalam meteorit untuk menemukan potongan-potongan logam kaya mineral disebut inklusi yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu sebelum planet beku.

Inklusi tidak memiliki banyak isotop berat seperti batu muda dari Bumi, Mars atau Lunar. Artinya supernova harus menabur material berat pada Tata Surya dimana kadang-kadang di antara pembentukan inklusi dan kelahiran planet.

"Karena kita melihat perbedaan-perbedaan sistematis padatan pertama dan segala sesuatu yang lain memberi kita jendela waktu ketika supernova menjadi aktif. Llingkungan yang tumbuh dengan banyak peristiwa kekerasan," kata Brennecka.

Teori populer, gelombang kejut supernova menyebabkan awan gas dingin dan debu runtuh ke dalam dirinya, cukup padat untuk akhirnya memicu fusi. Seiring waktu, sisa-sisa ketuban Matahari membentuk cakram berputar di sekitarnya yang bersatu dan membentuk planet.

Sebuah gelombang kejut supernova mungkin tiba pertama yang membentuk Matahari dan kemudian puing-puing menetes ke lingkungan Bumi setelah padatan pertama terbentuk. Peristiwa yang berperan sebagai kick-starter seluruh sistem. Tanpa supernova ini, Bumi tidak akan terbentuk.

Tapi Brennecka hati-hati. Lamanya jeda waktu antara gelombang kejut supernova dan kedatangan puing-puing tidak diketahui pasti, sehingga mungkin beberapa ledakan bintang di dekatnya turut membantu terbentuk Tata Surya.

"Tapi jika Anda dapat melakukan semuanya dengan satu supernova, mungkin baru masuk akal," kata Brennecka.
Evidence for supernova injection into the solar nebula and the decoupling of r-process nucleosynthesis

Gregory A. Brennecka1,2 et al.
  1. Lawrence Livermore National Laboratory, Livermore, CA 94550; and
  2. School of Earth and Space Exploration, Arizona State University, Tempe, AZ 85287-1404
Proceedings of the National Academy of Sciences, October 7, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1307759110

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…