Thursday, October 10, 2013

Injeksi Supernova Ke Tata Surya

Laporan Penelitian - Gema Supernova terperangkap dalam logam meteorit. Kembang api menandai kelahiran Tata Surya dan adegan terekam dari salah satu ledakan.

Mineral tertua di Tata Surya menyimpan jejak kimia luar biasa yang menunjukkan terbentuk hanya 1 juta tahun setelah peristiwa supernova. Ledakan yang bahkan bisa menjadi salah satu pemicu kelahiran Matahari dan sistem Tata Surya.

Sebagian besar alam semesta dipenuhi unsur-unsur ringan hidrogen dan helium. Materi berat yang membentuk planet ketika ditempa bintang atau tercipta ketika meledak sebagai supernova. Tapi tidak jelas bagaimana peristiwa tersebut mempengaruhi sistem Tata Surya.

Gregory Brennecka, fisikawan Lawrence Livermore National Laboratory di California, dan rekan melihat ke dalam meteorit untuk menemukan potongan-potongan logam kaya mineral disebut inklusi yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu sebelum planet beku.

Inklusi tidak memiliki banyak isotop berat seperti batu muda dari Bumi, Mars atau Lunar. Artinya supernova harus menabur material berat pada Tata Surya dimana kadang-kadang di antara pembentukan inklusi dan kelahiran planet.

"Karena kita melihat perbedaan-perbedaan sistematis padatan pertama dan segala sesuatu yang lain memberi kita jendela waktu ketika supernova menjadi aktif. Llingkungan yang tumbuh dengan banyak peristiwa kekerasan," kata Brennecka.

Teori populer, gelombang kejut supernova menyebabkan awan gas dingin dan debu runtuh ke dalam dirinya, cukup padat untuk akhirnya memicu fusi. Seiring waktu, sisa-sisa ketuban Matahari membentuk cakram berputar di sekitarnya yang bersatu dan membentuk planet.

Sebuah gelombang kejut supernova mungkin tiba pertama yang membentuk Matahari dan kemudian puing-puing menetes ke lingkungan Bumi setelah padatan pertama terbentuk. Peristiwa yang berperan sebagai kick-starter seluruh sistem. Tanpa supernova ini, Bumi tidak akan terbentuk.

Tapi Brennecka hati-hati. Lamanya jeda waktu antara gelombang kejut supernova dan kedatangan puing-puing tidak diketahui pasti, sehingga mungkin beberapa ledakan bintang di dekatnya turut membantu terbentuk Tata Surya.

"Tapi jika Anda dapat melakukan semuanya dengan satu supernova, mungkin baru masuk akal," kata Brennecka.
Evidence for supernova injection into the solar nebula and the decoupling of r-process nucleosynthesis

Gregory A. Brennecka1,2 et al.
  1. Lawrence Livermore National Laboratory, Livermore, CA 94550; and
  2. School of Earth and Space Exploration, Arizona State University, Tempe, AZ 85287-1404
Proceedings of the National Academy of Sciences, October 7, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1307759110
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment