Langsung ke konten utama

Implan Cahaya Kirim Insulin dan Deteksi Racun

Laporan Penelitian - Implan melawan diabetes dengan cahaya. Jika Anda atau orang tua Anda memiliki diabetes tipe 1 atau anemia pernicious, sekarang ada harapan melalui implan sel rekayasa yang dipicu cahaya.

Implan memantau tubuh secara real time, mengirim data kesehatan jangka panjang juga mengingatkan untuk mengambil obat jantung, bahkan administrasi obat-obatan sendiri. Setiap implan dimodifikasi secara genetik yang merespon cahaya dan diprogram untuk melepaskan materi kimia

"Cahaya adalah alat hebat antarmuka dengan sistem biologis, tetapi ada masalah mendasar terkait ketebalan yang ditanam di bawah kulit," kata Myunghwan Choi, nanosaintis Harvard Medical School di Boston .

Choi Yun dan rekan membangun satu set implan terbuat dari hidrogel, material polimer yang kompatibel dengan jaringan. Setiap implan hidrogel 4 milimeter, 40 milimeter dan tebal 1 milimeter. Dalam satu eksperimen mereka untuk mengaktifkan insulin dan eksperimen lain sebagai detektor racun.

Sistem insulin digunakan pada tikus diabetes dengan mengirim cahaya biru melalui serat optik menuju implan, menginduksi sel-sel dalam implan bagi protein sekresi insulin. Untuk deteksi toksin, sel-sel rekayasa memancarkan jumlah cahaya hijau sebagai ukuran berapa banyak logam berat hadir.

Teknologi hidrogel memberi berbagai janji aplikasi bahkan terapi kanker. Kesulitannya adalah kehadiran implan besar dan serat mencuat dari kepala. Tim Choi berencana membuat gel lebih user-friendly seperti menambahkan mikro LED dengan sistem nirkabel.




Myunghwan Choi (Harvard Medical School and Wellman Center for Photomedicine, Massachusetts General Hospital, 50 Blossom Street, Boston, Massachusetts 02114, USA; WCU Graduate School of Nanoscience and Technology, Korea Advanced Institute of Science and Technology, 373-1 Guseong-dong, Yuseong-gu, Daejeon, Korea) et al. Light-guiding hydrogels for cell-based sensing and optogenetic synthesis in vivo. Nature Photonics, 20 October 2013, DOI:10.1038/nphoton.2013.278
Gambar dan video: Myunghwan Choi et al., DOI:10.1038/nphoton.2013.278

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…