Sunday, October 13, 2013

Gajah Mampu Pahami Poin Petunjuk Tangan

Laporan Penelitian - Anjing teman terbaik manusia, tapi tidak berarti mereka bisa dengan sendirinya. Tanpa pelatihan, herbivora jumbo memahami gerakan tangan. Hewan non-manusia pertama melakukannya.

Gajah hidup bersama manusia selama 4.000 hingga 8.000 tahun. Meskipun berpotensi domestikasi, gajah tidak pernah dijinakkan dengan cara seperti anjing, kucing dan hewan pertanian lain. Hal ini tidak mencegah mereka mengembangkan sejumlah keterampilan seperti manusia.

Di alam liar, mereka mengembangkan empati satu sama lain. Di penangkaran, gajah menampilkan kesadaran dan mampu mengenali diri mengunakan cermin. Bahkan gajah belajar beberapa frase dasar bahasa Korea. Keterampilan lain, repertoar yang mengesankan.

Gerakan menunjuk cukup umum di antara bayi manusia, simpanse ataupun anjing laut, tapi mereka melalui proses pelatihan, ketrampilan datang bukan sebagai kejutan. Sekarang terasa istimewa, gajah dapat menemukan makanan tersembunyi tanpa pelajaran sebelumnya.

"Kognitif gajah mampu memahami cara khas kita menunjuk hal dalam lingkungan," kata Richard Byrne, kognisian University of St Andrews di Inggris.

Byrne dan Anna Smet melakukan tes pada 11 gajah Afrika. Setiap gajah disajikan 2 ember, satu berisi makanan dan lainnya tidak. Seorang manusia berdiri di antara ember menunjuk ke arah makanan. Gajah-gajah memilih ember dengan benar 68-73 persen rata-rata waktu.

Kemampuan gajah memahami petunjuk sangat mengejutkan mengingat mereka miskin penglihatan. Gajah mengandalkan aroma dan suara karena penglihatan buta warna hijau atau deuteranopia. Biolog berasumsi gajah hanya mengendus udara meskipun belalai bisa bertindak sebagai alat komunikasi juga.




Anna F. Smet dan Richard W. Byrne (Centre for Social Learning and Cognitive Evolution, School of Psychology and Neuroscience, University of St Andrews, St Andrews, Fife KY16 9JP, UK). African Elephants Can Use Human Pointing Cues to Find Hidden Food. Current Biology, 10 October 2013, DOI:10.1016/j.cub.2013.08.037
Gambar dan Video: A.F. Smet dan R.W. Byrne, Current Biology, DOI:10.1016/j.cub.2013.08.037
YouTube: http://www.youtube.com/PenelitianTV
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment