Monday, October 7, 2013

Diesel Membingungkan Lebah

Laporan Penelitian - Asap mesin diesel membingungkan lebah. Asap knalpot diesel mengubah aroma bunga yang memandu lebah. Ancaman nyata industri pangan akibat polusi udara.

Lebah madu sangat bergantung pada indra penciuman untuk menemukan bunga mekar dan panen nektar kemudian mentransfer proses serbuk sari dari satu ke yang lain. Laporan baru menunjukkan polusi mesin diesel mengubah aroma kimia lingkungan.

Asap mobil, traktor atau generator pembangkit listrik mengubah aroma sehingga bunga tidak terdeteksi lebah. Ancaman nyata peran penting serangga sebagai polinator utama tanaman pangan manusia. Secara global pelayanan penyerbukan oleh serangga memiliki nilai ekonomi 153 miliar euro per tahun.

"Di wilayah 70 persen tanaman dunia membutuhkan layanan penyerbukan dan 35 persen produksi pangan dunia tergantung pada pelayanan serangga," kata Tracey Newman, biolog University of Southampton di Inggris.

Newman dan rekan menciptakan bau campuran sintetis meniru campuran kimia kompleks yang membentuk bau bunga lobak. Campuran sintetis 8 senyawa kimia dirilis ke dalam pembuluh kaca tertutup dengan udara bersih dan knalpot lain berisi solar pada tingkat yang sama dengan asap di pinggir jalan.

Asap mengandung konsentrasi tinggi gas NOx yaitu nitric oxide dan nitrogen dioxide sebagaimana carbon monoxide. Dalam 1 menit, materi kimia alpha-farnesene dan alpha-terpinene yang terdiri campuran masing-masing 72,5 persen dan 0,8 persen membuat lebah tidak mampu medeteksi bunga.

"Ini bukan hanya tentang kebingungan lebah oleh aroma baru di sekitarnya. Ini sebenarnya aroma kimia," kata Newman.

Jika lebah yang bertugas mencari makan tidak dapat menemukan nektar, seluruh sarang menderita kelaparan karena kekurangan makanan. Hal yang sama dialami tanaman yang bergantung pada penyerbukan serangga untuk mereproduksi.

"Dan tanpa penyerbukan konsekuensi bagi manusia," kata Newman.

Di Eropa dan Amerika Serikat, lebah memiliki akun 80 persen seluruh penyerbukan serangga, tetapi jumlah terus merosot selama kurun 15 tahun, fenomena mengkhawatirkan dijuluki Colony Collapse Disorder (CCD) yang membunuh sekitar 30 persen lebah setiap tahun sejak 2007.

Wabah misterius yang sering ditandai dengan kematian lebih cepat lebah pekerja dewasa telah menyalahkan segala sesuatu dari penggunaan pestisida, hilangnya habitat, virus atau jamur, tungau atau kombinasi yang mungkin juga mencakup asap diesel.
Diesel exhaust rapidly degrades floral odours used by honeybees

Robbie D. Girling1 et.al.
  1. Centre for Biological Sciences, Institute for Life Sciences, University of Southampton, Southampton SO17 1BJ, UK
Scientific Reports, 03 October 2013

Akses : DOI:10.1038/srep02779
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment