Wednesday, October 9, 2013

Cetakan 3D Komunitas Bakteri

Laporan Penelitian - Pencetakan 3D membangun metropolitan bakteri. Suatu teknik dapat membantu para ilmuwan dalam mempelajari resistensi antibiotik dan sebagainya.

Menggunakan "printer" sinar laser dan gumpalan jelly sebagai tinta, para ilmuwan mencetak kota bakteri 3D dengan banyak bentuk. Bakteri dapat tetap bersatu membentuk lembaran berlendir biofilm dari gigi kuning manusia, paru-paru pasien cystic fibrosis dan lainnya yang resisten antibiotik.

Bangunan model 3D komunitas bakteri bisa membantu menjelaskan bagaimana mikroba saling bekerja sama dan menghindari obat-obatan. Dengan mengontrol struktur koloni dapat menyelidiki virulensi serta mempelajari bagaimana bakteri saling berkomunikasi.

Jason Shear, bioteknolog University of Texas di Austin, dan rekan mencampur bakteri dengan setetes gelatin dan lem kimia yang diaktifkan oleh cahaya. Kemudian tetesan dipukul laser untuk mengikat gelatin bersama-sama membentuk kulit tipis.

Bagian tidak tersentuh oleh laser hanyut, meninggalkan ruang berlubang di mana mikroba tumbuh. Bakteri tersegel dalam kotak gelatin, donat, piramida dan bentuk yang meniru struktur biofilm nyata. Shear bisa mengeser satu jenis bakteri dalam shell lain.

"Seperti tas kain yang mampu menahan kelereng tetapi memungkinkan air bebas melewati. Krusial, set gelatin biokompatibel dan menjaga bakteri hidup. Dengan membangun kotak di sekitar bakteri terdistribusi secara acak kita membangun geometri kompleks," kata Shear.

Teknik ini mengungkapkan beberapa distribusi Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa yang sering menginfeksi luka. Ketika Shear memberi dosis antibiotik, bakteri eksterior bertindak seperti perisai. Obat rusak dan mikroba interior terlindungi dari bahaya.




3D printing of microscopic bacterial communities

Jodi L. Connell et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, October 7, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1309729110

Gambar dan video: Jodi L. Connell et al., DOI:10.1073/pnas.1309729110
YouTube: http://www.youtube.com/PenelitianTV
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment