Sunday, October 13, 2013

Bakteri Pembunuh Trypanosoma brucei rhodesiense

Laporan Penelitian - Rekayasa bakteri membantu memerangi Sakit Tidur. Dua bakteri, salah satu darinya rekayasa genetika, dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan penyakit mematikan Trypanosomiasis Afrika.

African trypanosomiasis disebabkan oleh parasit Trypanosoma brucei rhodesiense yang dibawa keluarga Lalat Tsetse. Setiap tahun mereka menginfeksi 30.000 orang di sub-Sahara Afrika dan hampir selalu berakibat fatal tanpa pengobatan.

Para ilmuwan mengevaluasi gagasan pembuatan versi modifikasi genetik bakteri Sodalis yang umum ditemukan di usus lalat dan menggunakan bakteri berbeda yaitu Wolbachia untuk mendorong versi rekayasa genetik Sodalis ke populasi lalat.

Versi modifikasi genetik Sodalis membunuh parasit Trypanosoma brucei rhodesiense. Metode yang sama juga harus bekerja dan bisa menawarkan sistem model serangga pendemi tropis pembawa penyakit lainnya seperti demam berdarah dan malaria.


"Jika semua berjalan benar, ada potensi untuk benar-benar memecahkan penyakit yang telah menewaskan ribuan orang dan pendekatan baru penyakit yang lebih serius seperti malaria," kata Jan Medlock, biolog Oregon State University.

Jika demikian ini berarti akhir dari penyakit tropis yang telah melanda manusia selama ribuan tahun. Trypanosomiasis Afrika sulit diobati, menyebabkan kerusakan mental dan fisik serius termasuk pola tidur berubah, kerusakan neurologis permanen dan fatal tanpa pengobatan.

Setelah proses dimulai harus menyebar mandiri, tidak perlu berulang kali mengambil tindakan dalam wilayah geografis besar Afrika karena lalat membawa bakteri Wolbachia transgenik harus secara alami meningkatkan populasi yang melekat di atas tsetse lalat konvensional.
Evaluating Paratransgenesis as a Potential Control Strategy for African Trypanosomiasis

Jan Medlock1,2 et al.
  1. Department of Biological Sciences, Oregon State University, Corvallis, Oregon, United States of America
  2. Yale School of Public Health, New Haven, Connecticut, United States of America
PLoS Neglected Tropical Diseases, August 15, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pntd.0002374

Gambar: Zephyris/Wikimedia Commons (atas); Oregon State University (bawah)
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment