Wednesday, October 9, 2013

Alpine Tachymarptis melba

Laporan Penelitian - Layang-layang Alpine terbang tanpa henti selama lebih dari 6 bulan. Burung-burung Layang-layang Alpine (Tachymarptis melba) makan dan beristirahat tanpa menyentuh tanah.

Seperti namanya, layang-layang adalah aerialis tangkas. Jika perlu tidur, mereka melakukannya dengan cepat. Burung Layang-layang Alpine (Tachymarptis melba) tinggal di udara selama sedikitnya 6 bulan tanpa menyentuh terra.

Para peneliti telah menduga selama puluhan tahun bahwa banyak burung menghabiskan sebagian besar hidup mereka pda kepakan sayap. Setelah berkembang biak di Swiss setiap musim panas, Tachymarptis melba bermigrasi ke Afrika Barat untuk musim dingin.

Mereka kemudian terbang melintasi Sahara untuk menghabiskan musim semi di Afrika Utara dan Spanyol sebelum kembali ke utara.

Felix Liechti, ornotolog Swiss Ornithological Institute di Sempach, Swiss, dan rekan memasang 6 Layang-Layang Alpine dengan data logger kecil yang mengukur aktivitas setiap siang dan malam.

"Sampai sekarang, aktivitas lokomotif tahan lama tersebut dilaporkan hanya pada hewan yang hidup di laut," kata Liechti.

T. melba tetap udara sepanjang musim dingin di Afrika Barat dan sementara bermigrasi melintasi Sahara, mendarat setelah 200 hari untuk pit-stop di Mediterania dalam perjalanan kembali ke Swiss. Liechti mengusulkan burung dapat "tidur" sementara sayap mempertahankan fungsi tubuh tanpa mendarat.
Felix Liechti (Swiss Ornithological Institute, Bird Migration Department, Seerose 1, 6204 Sempach, Switzerland) et al. First evidence of a 200-day non-stop flight in a bird. Nature Communications, 08 October 2013, DOI:10.1038/ncomms3554
Gambar: D. Occiato (atas); Swiss Ornithological Institute (bawah)
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment