Skip to main content

Alpine Tachymarptis melba

Laporan Penelitian - Layang-layang Alpine terbang tanpa henti selama lebih dari 6 bulan. Burung-burung Layang-layang Alpine (Tachymarptis melba) makan dan beristirahat tanpa menyentuh tanah.

Seperti namanya, layang-layang adalah aerialis tangkas. Jika perlu tidur, mereka melakukannya dengan cepat. Burung Layang-layang Alpine (Tachymarptis melba) tinggal di udara selama sedikitnya 6 bulan tanpa menyentuh terra.

Para peneliti telah menduga selama puluhan tahun bahwa banyak burung menghabiskan sebagian besar hidup mereka pda kepakan sayap. Setelah berkembang biak di Swiss setiap musim panas, Tachymarptis melba bermigrasi ke Afrika Barat untuk musim dingin.

Mereka kemudian terbang melintasi Sahara untuk menghabiskan musim semi di Afrika Utara dan Spanyol sebelum kembali ke utara.

Felix Liechti, ornotolog Swiss Ornithological Institute di Sempach, Swiss, dan rekan memasang 6 Layang-Layang Alpine dengan data logger kecil yang mengukur aktivitas setiap siang dan malam.

"Sampai sekarang, aktivitas lokomotif tahan lama tersebut dilaporkan hanya pada hewan yang hidup di laut," kata Liechti.

T. melba tetap udara sepanjang musim dingin di Afrika Barat dan sementara bermigrasi melintasi Sahara, mendarat setelah 200 hari untuk pit-stop di Mediterania dalam perjalanan kembali ke Swiss. Liechti mengusulkan burung dapat "tidur" sementara sayap mempertahankan fungsi tubuh tanpa mendarat.
Felix Liechti (Swiss Ornithological Institute, Bird Migration Department, Seerose 1, 6204 Sempach, Switzerland) et al. First evidence of a 200-day non-stop flight in a bird. Nature Communications, 08 October 2013, DOI:10.1038/ncomms3554
Gambar: D. Occiato (atas); Swiss Ornithological Institute (bawah)

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…