Thursday, October 24, 2013

Aborigin Martu Australia dan Varanus gouldii

Laporan Penelitian - Pembakaran semak Aborigin meningkatkan angka kadal. Praktek Aborigin Australia menggunakan api untuk berburu Goannas Pasir (Varanus gouldii) meningkat jumlah spesies penting.

Di tanah-tanah kaum Aborigin Martu di Gurun Barat Australia secara berkala membakar semak untuk berburu Kadal Goannas Pasir (Varanus gouldii) mendukung hipotesis bahwa pembakaran 'patch' kecil bermanfaat bagi lingkungan global Australia.

"Berburu menghapus kadal tetapi pembakaran tampaknya meningkatkan populasinya," kata Rebecca Bliege Bird, antropolog Stanford University.

Api terintegrasi ke dalam logika mimpi Aborigin sebagai pemahaman tentang peran penting manusia di ekosistem gurun. Di padang rumput spinnifex Gurun Barat, orang-orang Aborigin menyebabkan kebakaran lahan di patch kecil daripada kebakaran besar oleh petir di lahan tak terurus.

"Mereka agen bijaksana yang melokalisir kebakaran ketika cuaca terlalu ekstrim," kata Bliege Bird.

Para ilmuwan berhipotesis keragaman vegetasi dan tahap pertumbuhan kembali padang rumput spinnifex, mosaik api Aborigin meningkatkan berbagai niche habitat yang mendukung keanekaragaman hayati lanskap. Tapi sampai saat ini tidak ada bukti untuk mendukung hipotesis.

Dalam penelitian sebelumnya Bliege Bird dan rekan menggunakan citra satelit untuk mendokumentasikan skala berbeda mosaik api yang ditimbulkan oleh pembakaran Aborigin dibandingkan kebakaran yang diakibatkan oleh petir.

Sekarang Bliege Bird mengeksplorasi bagaimana rezim api berdampak berbeda pada spesies penting. Orang-orang Martu menggunakan api untuk berburu Goanna Pasir (Varanus gouldii) selama bulan-bulan musim dingin ketika kadal berada di liang.

Perempuan menyalakan api untuk membersihkan tanah dan lebih mudah menemukan liang. Kemudian menggunakan tongkat untuk menemukan kadal dan menggali keluar dari lubang. Bliege Bird mencatat total 100 kilometer padang gurun dengan jumlah dan lokasi liang setiap 10 meter.

"Paradoks, populasi V. gouldii lebih tinggi di mana Aborigin berburu paling intens. Efek negatif berburu dalam hal ini diimbangi oleh efek positif konstruksi niche," kata Bliege Bird.
Rebecca Bliege Bird (Department of Anthropology, Stanford University, 450 Serra Mall Building 50, Stanford, CA 94305, USA) et al. Niche construction and Dreaming logic: aboriginal patch mosaic burning and varanid lizards (Varanus gouldii) in Australia. Proceedings of the Royal Society B, 23 October 2013 DOI:10.1098/rspb.2013.2297
Gambar: Rebecca Bliege Bird
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment