Skip to main content

Tentara Bayaran Medieval City

Laporan Penelitian - Semut imperialis melindungi semut petani dengan senjata kimia. Beberapa semut mempertahankan koloni dengan tentara khusus dan memegang senjata lebih tangguh.

Semut Petani Sericomyrmex amabilis membawa potongan-potongan vegetasi ke sarang untuk memberi makan jamur yang kemudian dimakan. Mereka buruk dalam berperang dan menjadi target perampok. Itulah sebabnya mereka bergantung pada semut lain yang berjuang untuk mereka.

Semut Megalomyrmex symmetochus membentuk koloni sendiri lengkap dengan ratu dan pekerja di dalam koloni S. amabilis. Tamu ini hadir memenuhi lebih dari 80 persen sarang petani. Pada pandangan pertama tampak M. symmetochus menjadi parasit.

Mereka makan jamur yang tekun dibudidaya petani tanpa memberi kontribusi apapun. Lebih buruk lagi, M. symmetochus makan beberapa larva dan kadang-kadang memutilasi ratu perawan S. amabilis. Tapi Sericomyrmex amabilis tidak melakukan perlawanan.

Sarang S. amabilis sering diserang oleh semut ketiga yaitu Gnamptogenys hartmani, semacam bajak laut berkaki enam. Serangan membuat S. amabilis kocar-kacir dan keluar dari koloni pertanian, merampas sarang kebun dan makan setiap larva yang tersisa.

Para petani tidak dapat melakukan perlawanan apapun karena tidak memiliki tentara khusus dan sebagian besar kehilangan sengatan. Rahang kuat memberikan gigitan, tetapi pada jarak dekat sangat berisiko. Ketika diserang, S. amabilis lebih mungkin melarikan diri.

Dalam kondisi ini M. symmetochus berperilaku seperti tentara bayaran. Mereka memang menyebabkan masalah bagi petani selama masa damai, tetapi memberi pertahanan berharga ketika kolonial diserang perompak G. hartmani.

"Mereka masih parasit karena mengekstraksi sumber daya . Tapi dalam skenario ini parasit menggunakan kekutana kimia yang membantu koloni host ketika dirampok lainnya," kata Rachelle Adams, entomolog Smithsonian Institution.

Adams dan rekan mengadu 3 jenis semut Panama terhadap satu sama lain. Tentara bayaran jauh lebih baik menundukkan perampok daripada petani. Hanya butuh 2 M. symmetochus untuk mengalahkan 1 G. hartmani, sementara tugas yang sama membutuhkan setidaknya 8 S. amabilis.

"Ini benar-benar menarik. Demonstrasi baru dalam konteks tertentu kepada predator jahat, parasit melindungi host. Ini belum dihargai sebelumnya untuk serangga sosial," kata Joan Herbers, biolog Ohio State University.

Rata-rata sepasang perampok membunuh 70 persen petani di sarang, tetapi hanya 10 persen jika ada 6 tentara bayaran di sekitarnya. Dan perampok tampaknya tahu. Ketika Adams memberi pilihan antara dua sarang, mereka lebih mungkin untuk menyerang sarang yang tak terlindungi.

"Sebagian besar interaksi mutualistik berevolusi dari hubungan parasit. Laporan ini menunjukkan interaksi host-parasit tidak hanya melibatkan 2 pihak," kata Natasha Mehdiabadi, entomolog Smithsonian Institution.








Profile Peneliti : Rachelle Adams

Chemically armed mercenary ants protect fungus-farming societies

Rachelle M. M. Adams 1,2,3 et.al.
  1. Centre for Social Evolution, Department of Biology, University of Copenhagen, DK-2100 Copenhagen, Denmark
  2. Department of Entomology, National Museum of Natural History, Smithsonian Institution, Washington, DC 20560
  3. Department of Chemistry, Virginia Military Institute, Lexington, VA 24450
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 9, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1311654110

Gambar dan Video: Rachelle Adams et.al., DOI:10.1073/pnas.1311654110
YouTube: http://www.youtube.com/PenelitianTV

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…