Monday, September 2, 2013

Resistensi Mycobacterium tuberculosis

Laporan Penelitian - Kejutan pohon keluarga resistensi obat Mycobacterium tuberculosis. Resistensi antibiotik strain bakteri mematikan TB berkembang lebih cepat.

Alat-alat biologi molekuler mengidentifikasi beberapa mutasi individu yang memungkinkan TB tahan obat. Penanda genetik adalah petunjuk untuk mendesain obat baru dan diagnosis strain resistan. Tapi laju temuan obat kalah cepat dibanding kompleks mutasi strain bakteri.

Sebuah metode baru untuk menganalisis sekuens genom seluruh strain Mycobacterium tuberculosis (TB) yang dikumpulkan dari klinik di seluruh dunia menunjukkan peningkatan 39 gen baru yang terkait dengan resistensi obat.

"Kami menemukan gen baru lebih mungkin terlibat dari perkirakan sebelumnya. Ini penting dalam mekanisme evolusi resistensi untuk target lebih spesifik deteksi resistensi," kata Megan Murray, epidemiolog Harvard School of Public Health di Boston.

Strain TB berkembang secara bertahap dalam mutasi halus dan strain yang resisten terhadap tuberkulosis sedang meningkat. Tahun 2010 setidaknya 650.000 kasus resistan terhadap 2 antibiotik yang paling efektif dan tahun 2012 strain benar-benar tahan antibiotik terdeteksi di India.

"Hambatan terbesar untuk mengelola TB yang resistan obat adalah keterlambatan antara kecurigaan dengan keputusan," kata Murray.

Murray sekuensing 123 strain dari seluruh dunia dan memeta ke sebuah pohon evolusi kemudian mencari mutasi independen di cabang pohon berbeda. Tim lain yaitu Lijun Bi, biolog Institute of Biophysics di Beijing, sekuensing 161 sampel dari pasien China mengidentifikasi 84 gen lain yang terkait resistensi.

David Alland, biolog Rutgers University di Newark, New Jersey, sekuensing 63 sampel klinis M. tuberculosis yang telah terkena ethambutol. Mutasi setidaknya 4 gen yang meningkatkan kemampuan bakteri terhadap obat sehinga beberapa strain tahan dosis 16 kali lipat dari yang lain.

"Jika Anda tuning keluar semua perubahan yang terjadi pada leluhur mereka, Anda dapat melihat apa perbedaan antara garis keturunan saudara ketika resistensi berkembang, " kata Maha Farhat, instruktor klinis di Massachusetts General Hospital.


Maha R Farhat (Pulmonary and Critical Care Division, Massachusetts General Hospital, Harvard Medical School, Boston, Massachusetts, USA) et.al. Genomic analysis identifies targets of convergent positive selection in drug-resistant Mycobacterium tuberculosis. Nature Genetics, 01 September 2013, DOI:10.1038/ng.2747

Hongtai Zhang (Key Laboratory of Non-coding RNA, Institute of Biophysics, Chinese Academy of Sciences, Beijing, China; State Key Laboratory of Biomacromolecules, Institute of Biophysics, Chinese Academy of Sciences, Beijing, China) et.al. Genome sequencing of 161 Mycobacterium tuberculosis isolates from China identifies genes and intergenic regions associated with drug resistance. Nature Genetics, 01 September 2013, DOI:10.1038/ng.2735

Hassan Safi (Division of Infectious Disease, New Jersey Medical School, Rutgers University, Newark, New Jersey, USA; Center for Emerging and Re-emerging Pathogens, New Jersey Medical School, Rutgers University, Newark, New Jersey, USA; Department of Medicine, New Jersey Medical School, Rutgers University, Newark, New Jersey, USA) et.al. Evolution of high-level ethambutol-resistant tuberculosis through interacting mutations in decaprenylphosphoryl-β-D-arabinose biosynthetic and utilization pathway genes. Nature Genetics, 01 September 2013, DOI:10.1038/ng.2743
Gambar: CDC/George Kubica/En Wikipedia
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment