Thursday, September 19, 2013

Rayap Membuat Antibiotik Sendiri

Laporan Penelitian - Rayap membuat antibiotik sendiri. Rayap menyebabkan kerusakan US$40 miliar setiap tahun di seluruh dunia. Ternyata mereka memiliki senjata cerdik.

Sebuah rayap rata-rata hanya 1 sentimeter panjang, namun serangga bawah tanah ini telah menggagalkan serangan manusia selama berabad-abad. Serangga mengembangkan pertahanan cerdik. Rayap berevolusi menggunakan kotoran mereka sebagai sumber antibiotik alami.

Dengan mengintegrasikan kotoran mereka ke bahan bangunan, sarang rayap membuat antibakteri untuk mencegah penyebaran penyakit dan konter terhadap serangan insektisida tertentu.

"Sarang Rayap Tanah Formosa menyebar di tanah lebih dari 150 meter melalui sistem terowongan kompleks. Mereka sulit dideteksi, orang tahu setelah kerusakan rumah terlihat," kata Thomas Chouvenc, entomolog University of Florida.

Ada sekitar 3000 spesies rayap, tetapi hanya 80 yang dianggap sebagai hama struktural. Rayap Formosa (Coptotermes formosanus) di bawah rumah-rumah tak terhitung jumlahnya di daerah subtropis dan sedang. Chouvenc mengoleksi 5 koloni Formosa.

Tim menganalisis sarang termasuk pemeriksaan aktivitas antimikroba. Materi kandungan kotoran sarang mempromosikan pertumbuhan Streptomyces yaitu bakteri menguntungkan. Ini pada gilirannya mencegah infeksi yang disebabkan oleh mikroba lainnya.

Paling utama bahwa rayap tanah bertahan dalam tanah dengan kontak konstan berbagai patogen. Mereka juga menghasilkan banyak kotoran yang terakumulasi di lingkungan terbatas. Ini win-win bagi mereka untuk mendaur ulang kotoran menjadi bahan bangunan.

"Perbedaan besar di sini bahwa kita memiliki bakteri menguntungkan dalam diri kita sendiri, sedangkan rayap mampu mengekspor ke luar untuk menjaga lingkungan bersih," kata Chouvenc.
Extended disease resistance emerging from the faecal nest of a subterranean termite

Thomas Chouvenc1 et.al.
  1. Department of Entomology and Nematology, University of Florida, Institute of Food and Agricultural Sciences, 3205 College Avenue, Fort Lauderdale, FL 33314, USA
Proceedings of the Royal Society B, 18 September 2013

Akses : DOI:10.1098/rspb.2013.1885

Gambar: Thomas Chouvenc
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment