Skip to main content

Predator Membaca Kamuflase

Laporan Penelitian - Berita buruk bagi kamuflator. Penyamaran luar biasa dapat menghilangkan makhluk tapi laporan baru menunjukkan predator dapat belajar membaca kamuflase.

Eksperimen menggunakan subyek manusia sebagai predator mencari ngengat tersembunyi dalam game komputer menunjukkan subyek dapat belajar dengan cepat untuk menemukan beberapa jenis mangsa yang disamarkan.

Ngengat dengan tanda kontras tinggi seperti yang dilakukan zebra atau jerapah yang terbaik menghindari predasi di awal eksperimen. Namun manusia belajar menemukan jenis mangsa lebih cepat dibandingkan ngengat dengan tanda kontras rendah sesuai latar belakang seperti yang dilakukan bug daun.

"Ini pertama kalinya penelitian difokuskan pada pembelajaran jenis kamuflase yang berbeda daripada seberapa cepat kamuflase mencegah deteksi awal," kata Jolyon Troscianko, biolog University of Exeter.

"Kami menemukan perbedaan cukup besar dalam cara predator belajar untuk menemukan berbagai jenis kamuflase. Jika terlalu banyak hewan menggunakan strategi kamuflase yang sama maka predator cenderung belajar untuk mengatasi strategi lebih mudah," kata Troscianko.

"Spesies mangsa harus menggunakan strategi kamuflase yang berbeda untuk tetap di luar cangkauan radar. Hal ini membantu untuk menjelaskan mengapa sejumlah besar strategi kamuflase ada di alam," kata Troscianko.

Manfaat strategi kamuflase bergantung pada seberapa baik mencegah deteksi awal dan juga pada seberapa baik menghambat proses predator belajar. Kamuflase menawarkan contoh visual bagaimana proses alam bekerja secara evolusioner.

Mangsa dengan strategi kamuflase berhasil menghindari predasi, bertahan hidup dan bereproduksi sehingga memunculkan individu generasi masa depan yang berhasil disamarkan. Kamuflase mungkin cara paling luas yang mencegah predasi di alam dan juga berharga dalam aplikasi militer dan fashion manusia.
Profile Peneliti : Jolyon Troscianko

Defeating Crypsis: Detection and Learning of Camouflage Strategies

Jolyon Troscianko1 et.al.
  1. Centre for Ecology and Conservation, University of Exeter, Cornwall Campus, Penryn, United Kingdom
PLoS ONE, September 10, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0073733

Gambar: Jolyon Troscianko et.al., DOI:10.1371/journal.pone.0073733

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…